CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASOLAHRAGA

PSSI Layangkan Nota Protes ke AFF, Begini Alasannya

Nurrani Rusmana
12 Juli 2022
PSSI Layangkan Nota Protes ke AFF, Begini Alasannya

Pelatih kepala Shin Tae-Yong (tengah) bersama sejumlah pesepak bola Tim Nasional Indonesia U-19 menyapa suporter usai pertandingan melawan tim Nasional Myanmar U-19 (kanan) dalam laga penyisihan Grup Piala AFF U19 2022 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/7/2022). (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Laga Grup A Piala AFF U-19 Thailand versus Vietnam diduga melanggar prinsip fair play atau nilai-nilai sportivitas. Maka dari itu, PSSI resmi layangkan nota protes kepada Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).

“Tembusan nota tersebut juga ditujukan kepada AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia-red) dan FIFA agar turut mengetahui kasus ini,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang dikutip dari ANTARA, Selasa (12/7/2022).

Menurut Iriawan, yang menjadi sorotan PSSI dari pertandingan Minggu (10/7/2022) itu adalah situasi pada 27 menit menjelang laga berakhir atau ketika kedudukan imbang 1-1.

Berdasarkan rekaman yang diterima PSSI, dan sudah dibicarakan dalam rapat bersama pejabat internal PSSI pada Senin (11/7/2022), Vietnam dan Thailand diduga tidak berniat mencetak gol ke gawang lawan masing-masing karena skor 1-1 cukup membawa mereka ke semifinal Piala AFF U-19 2022.

Baca juga:   Dibantai Oxford United 3-6, Rahmad Darmawan: Saya Kecewa Berat!

PSSI menyertakan bukti video saat layangkan nota protes.

“Seperti tidak ada usaha Thailand mengambil bola, sementara Vietnam hanya mengoper ke belakang, ke kiper lalu bek. Itu saja. Kami ingin memastikan, bertanya kepada AFF, apakah itu fair play atau tidak? Jawabannya akan menjadi acuan bagi kami,” kata Iriawan.

“Kalau benar itu fair play, maka kami bisa saja melakukan hal yang seperti itu suatu saat. Kami tidak menuduh Thailand atau Vietnam ‘main sabun’ atau lain sebagainya. Yang jelas, saat pertandingan berjalan, ada hal yang tidak pantas dilakukan tim dari negara besar dengan kualitas sepak bola yang bagus,” sambung dia.

Regulasi AFF yang Aneh

Sebelumnya pelatih tim nasional U-19 Indonesia Shin Tae-yong menyentil soal regulasi turnamen yang aneh dan laga Thailand versus Vietnam yang tak mau menang. Sehingga Timnas digagalkan untuk bisa maju ke semifinal Piala AFF U-19 2022.

Baca juga:   Thom Haye Tiba di Indonesia Jalani Proses Naturalisasi

“Regulasi turnamen ini aneh karena AFF masih memakainya, padahal sudah tak digunakan FIFA dan AFC. Jadi, ketidaklolosan kami ke semifinal tidak masuk akal,” ujar Shin dalam konferensi pers usai pertandingan menghadapi Myanmar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (10/7/2022) malam.

Penyelenggaraan Piala AFF U-19 2022 masih menerapkan aturan “head to head” jika ada tiga tim atau lebih yang memiliki poin sama di grup.

Di Grup A, regulasi “head to head” diaktifkan lantaran Indonesia yang menundukkan Myanmar 5-1 pada laga terakhir, memiliki poin yang sama (11) dengan Thailand dan Vietnam karena, pada saat bersamaan, dua negara tersebut bermain imbang 1-1 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta,

Baca juga:   Erick Thohir Bakal Membabat Habis Mafia Bola!

Sementara Timnas U-19 Indonesia tak bisa ke 4 besar alias kalah “head to head” lantaran hanya bermain 0-0 saat bersua dengan Vietnam dan Thailand.

Shin Tae-yong menganggap regulasi itu merugikan karena Indonesia merupakan tim yang paling subur di Grup A. Serta tidak pernah kalah dari lima laga. Timnas berjuluk “Garuda Nusantara” total membuat 17 gol di fase grup dan hanya kebobolan dua kali.

Sementara terkait laga Thailand melawan Vietnam, Shin merasa geram sebab dia menganggap kedua negara tersebut seperti tidak berniat memenangkan pertandingan.

“Saya sedikit tersinggung dan tidak begitu senang (dengan pertandingan Thailand kontra Vietnam-red). Mungkin mereka takut dengan Indonesia. Mereka merasakan kekuatan sepak bola Indonesia semakin baik,” tutur Shin. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AFFprinsip fair playpssiPSSI layangkan nota protes


Related Posts

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20 saat dirinya berseragam Bhayangkara U-20 di kompetisi EPA (Elite Pro Academy) Super League, di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). (Istimewa)
HEADLINE

Buntut Tendangan Kungfu, Komdis PSSI Hukum Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis Larangan Bertanding Satu Tahun

1 Mei 2026
Sanksi Fadly Alberto
PASOLAHRAGA

PSSI dan I.League Kecam Keras Insiden Tidak Sportif Fadly Alberto

23 April 2026
Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)
HEADLINE

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.