CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Milangkala ke 109 Paguyuban Pasundan “Ngindung ka Waktu Ngabapa ka Jaman”

Yatti Chahyati
20 Juli 2022
Milangkala ke 109 Paguyuban Pasundan “Ngindung ka Waktu Ngabapa ka Jaman”

Upacara peringatan Milangkala langsung menjadi pembina upacara Ketua PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi M.Si. (Foto : Eci/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — “Ngindung ka waktu ngabapa ka jaman” jadi tema milangkala ke 109 Pengurus Besar Paguyuban Pasundan yang telah berdiri sejak 20 Juli 1913.

Puncak milangkala pun diperingati dengan upacara pada Rabu (20/7/2021) di halaman Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No 41 Bandung.

Upacara peringatan Milangkala langsung menjadi pembina upacara Ketua PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi M.Si.

Ia pun menyampaikan kegembiraan dan rasa syukur mengingat pandemi Covid 19 telah melandai sehingga kegiatan upacara dapat dilaksanakan secara langsung dengan suasana kekeluargaan.

(Foto : Eci/Pasjabar)

“Milangkala ke 109 ini mengajak seluruh warga pasundan untuk saling bersama-sama, urang sabilulungan, sapapait, samamanis sacilaka,” tuturnya.

Perkuat Organisasi

Prof Didi mengajak kepada pengurus dan anggota Paguyuban Pasundan untuk terus memperkuat organisasi dan

berkolaborasi bagi kemajuan nusa dan bangsa. “Kita disatukan oleh Paguyuban Pasundan, maka dari itu kita harus memelihara dan mengembangkan Paguyuban Pasundan,” tuturnya.

Baca juga:   3000 Peserta akan Ikuti Ngaboseh di Tatar Pasundan

Ia melanjutkan bahwa Paguyuban Pasundan memiliki visi untuk mengangkat harkat dan martabat serta misi

memerangi kemiskinan dan kebodohan dengan mengembangkan budaya sunda dan agama Islam.

(Foto : Eci/Pasjabar)

“Milangkala ke 109 Paguyuban Pasundan adalah momen yang tepat untuk evaluasi pengurus besar hingga

pengurus cabang dan anak cabang, mari kita berkontemplasi sudah sejauh mana yang kita lakukan, apakah kita diam di tempat, maju atau bahkan mundur,” ucapnya.

Selain evaluasi hal yang tidak kalah penting sambung Prof Didi adalah reposisi. Kendati Paguyuban Pasundan

bukan bagian dari partai politik dan tidak akan menjadi partai politik tapi memiliki sikap politik.

Ia pun meminta kepada seluruh pengurus Paguyuban Pasundan untuk turut berkontribusi bagi kemajuan

Baca juga:   Libur Panjang Waisak, Begini Kondisi Arus Lembang Kota Bandung

Republik Indonesia. Mengingat Paguyuban Pasundan memiliki potensi kesejarahan terutama dalam bidang

politik dan pendidikan dan hal ini harus selalu dijaga.

“Kita harus memberikan kontribusi bagi negara, sebagaimana para pendahulu kita seperti Otto Iskandardinata

dan Djuanda yang namanya harum atas jasa-jasanya, semoga akan lahir Otto Iskandardinata dan Djuanda baru,” tambahnya.

(Foto : Eci/Pasjabar)

“Persaingan di depan semakin berat, mari kita bangun karakter pantang menyerah dan petarung, karena hanya

orang yang memiliki karakter tersebut yang bisa memberikan pengaruh kepada orang-orang disekelilingnya,” tandasnya.

Kejayaan Paguyuban Pasundan

Terakhir Prof Didi juga mengatakan bahwa makna dari Milangkala 109 Paguyuban Pasundan adalah tekad untuk

mengembalikan kejayaan Paguyuban Pasundan

“Kiprah Paguyuban Pasundan begitu besar, namun hal ini tidak dijual dan tidak disosialisasikan, maka saat ini

Baca juga:   Ini Alasan Kluivert Tak Panggil Oratmangoen

waktunya kita goong nabeuh maneh, kita jual dan sosialisasikan peran Paguyuban Pasundan, sehingga akan

terasa perjuangan pendahulu kita yang dapat diwariskan kepada generasi saat ini dan yang akan datang,” pungkasnya.

(Foto : Eci/Pasjabar)

Sementara itu, Ketua Pelaksana Milangkala ke 109 Paguyuban Pasundan Dr.M.Budiana., MS.i mengatakan bahwa

sebelumnya Paguyuban Pasundan juga telah menggelar seminar bersama Kejati Jabar dalam rangkaian Milangkala ke 109 Paguyuban Pasundan.

“Malam ini kami juga akan menggelar pertunjukan seni tradisi longser dan wayang golek, di halaman Paguyuban

Pasundan sebagai wujud perhatian tinggi dari Paguyuban Pasundan pada seni dan budaya,” ucapnya.

Adapun Paguyuban Pasundan adalah organisasi budaya Sunda yang berdiri sejak 20 Juli 1913 yang terus

bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: ketua paguyuba pasundanmilangkala paguyuban pasundanpaguyuban pasundanprof didi tumudzi


Related Posts

Pelantikan Paguyuban Pasundan Papua
HEADLINE

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

25 April 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.