CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Mahasiswa ITB Ciptakan Desain Rumah Apung untuk Banjir

Nurrani Rusmana
2 Agustus 2022
Mahasiswa Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) Muhammad Isa Tsaqif menciptakan desain perumahan terapung tahan banjir yang lengkap dengan segala fasilitasnya sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan banjir di DKI Jakarta.

Mahasiswa Jurusan Arsitektur ITB, Muhammad Isa Tsaqif menciptakan desain perumahan terapung tahan banjir yang lengkap dengan segala fasilitasnya sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan banjir di DKI Jakarta. (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Muhammad Isa Tsaqif , Mahasiswa Jurusan Arsitektur ITB menciptakan desain perumahan terapung tahan banjir yang lengkap dengan segala fasilitasnya sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan banjir di DKI Jakarta.

“Banyak bangunan apung yang sebenarnya sudah dibuat. Namun selama ini bentuknya masih satuan,” kata Muhammad Isa Tsaqif dalam siaran pers Humas ITB, Selasa (2/8/2022).

“Dengan mencoba untuk merealisasikan konsep rumah padat penghuni apung yang lengkap dengan fasilitas penunjang yang juga dapat mengapung di kala banjir, saya berharap dapat memberikan kontribusi perkembangan ilmu arsitektur dan pembangunan ke depannya,” sambungnya.

Dengan tajuk desain “Cilincing Flood Resilient Housing”, Mahasiswa ITB ini berhasil merealisasikan desain perumahan apung tahan banjir.

Dilansir dari ANTARA, Isa yang selesai merampungkan studinya di ITB, menuturkan sebagai warga asal Jakarta, dirinya kian menyadari ancaman yang menghantui wilayah metropolitan ini.

Baca juga:   Perguruan Tinggi Berperan Penting Menghasilkan SDM yang Berkualitas

Makin didorong dengan isu tenggelamnya Jakarta di tahun 2050, Isa merasa masih kurangnya pengambilan langkah riil guna mencegah ataupun mengatasi krisis ini.

Dari premis ini, Isa memutuskan untuk berbalik dan mencari intisari masalah untuk menemukan jawaban yang paling relevan. Kesimpulannya, adalah dengan mencari cara untuk hidup beradaptasi dalam genangan air tersebut.

Penelitian: Hampir Seluruh Kota di Daerah Pesisir Berisiko Kehilangan Lahan Tinggal

Berdasarkan penelitiannya, hampir seluruh kota di daerah pesisir sebenarnya berisiko kehilangan lahan tinggal karena perubahan iklim yang kian mengglobal. Dari kajian desain yang dibuatnya ini, ia ingin membuka pikiran masyarakat.

“Dengan modal dan ilmu yang cukup, sebenarnya kita dapat memilih untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Bila kita terapkan adat ini, maka saya yakin hasil kerja saya dapat membantu masyarakat luas dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari,” kata dia.

Baca juga:   Jadi Duta Kesehatan, Ini Persiapan Azhar Mahasiswa FK Unpas

Dalam pengerjaan, inovasi Isa ini didukung dosen pembimbing dari kelompok keahlian khusus Dr Allis Nurdini, ST MT (KK Perumahan dan Permukiman), didampingi Rr. Diah Asih Purwaningrum, ST MT PhD (KK Perancangan Arsitektur) dan Dr Eng Mochamad Donny Koerniawan, ST MT (KK Teknologi Bangunan).

Walaupun sudah digadang sebagai salah satu Tugas Akhir Arsitektur 2022 terbaik dan memboyong predikat Cum Laude dengan IPK 3.80, Isa menyampaikan kesadarannya bahwa penelitiannya ini belum sepenuhnya optimal.

“Ya, salah satunya disebabkan karena cukup sulit ketika proses pengerjaan. Karena, preseden serupa masih minim bahkan nyaris tidak ada. Saat itu, saya juga terhalang kendala teknis karena diharuskan untuk mempertimbangkan kemampuan beban apung benda. Saya harus berkonsultasi dengan mahasiswa dari Teknik Kelautan untuk mendapatkannya,” kata dia.

Baca juga:   HIMA PKnH Unpas Akan Menggelar Webinar Entrepreneur

Sehingga untuk kajian lebih lanjut diperlukan keilmuan yang multidisiplin.

Menyadari masih belum seutuhnya sempurna, Isa pun menyampaikan niatnya untuk melanjutkan penelitian ini di masa depan.

‘Saya berniat untuk mendalami konsep rumah di lokasi padat penduduk (squatter area) ini, sehingga mereka berpotensi untuk dinaikkan taraf hidupnya,” kata dia.

“Fokus dengan tujuan hidup, miliki kegigihan dan modal yang cukup. Jangan sombong, terus belajar walau dari siapa pun itu. Terakhir, ketika kamu merasa tertinggal, ingatlah bahwa semua perlu proses dan semua orang memiliki pace-nya sendiri,” pungkasnya. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: ITBMahasiswa arsitektur ITBmahasiswa ITB


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.