CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

KPAI: Diperlukan SOP Bencana Pada Sekolah

Nurrani Rusmana
7 Oktober 2022
KPAI: Diperlukan SOP Bencana Pada Sekolah.

Garis polisi terbentang di sepanjang tembok Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu yang ambruk dan menewaskan tiga siswanya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Setiap sekolah seharusnya memiliki prosedur standar operasional (SOP) evakuasi saat terjadi bencana di lingkungan sekolah. Hal tersebut diingatkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI mengingatkan hal itu setelah menyikapi ambruknya tembok pembatas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu, Jakarta Barat, saat hujan dan banjir pada Kamis (6/9/2022) kemarin.

“Diperlukan SOP bencana pada sekolah-sekolah, apalagi sekolah yang berada dekat sungai. Selain itu, sekolah wajib memiliki jalur evakuasi ketika terjadi bencana,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Baca juga:   Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Gangguan Mental

Dilansir dari ANTARA, untuk kondisi sekolah yang terkena banjir, Retno menyarankan setiap sekolah harus mengevakuasi murid yang ada di lantai satu ke lantai dua ataupun tiga.

Hal ini untuk menghindari potensi peserta didik terseret arus banjir hingga tersambar petir. “Bisa ada petir, terseret air atau ketimpa tembok sekolah seperti kejadian ini,” ujarnya.

Baca juga:   FOTO : PPKM Level 3 PTM Di Bandung 50 Persen

Retno juga beharap prosedur evakuasi siswa sudah dimiliki setiap sekolah dan dilatih guna mengantisipasi adanya bencana alam di kemudian hari.

Ambruknya tembok pembatas MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Barat, menyebabkan tiga pelajar meninggal dunia pada Kamis sekitar pukul 14.50 WIB.

Tembok sekolah yang ambruk tersebut diduga akibat hujan deras yang memicu luapan air dari saluran penghubung Pinang Kalijati dan aliran sungai yang berada di belakang sekolah itu.

Baca juga:   Gubernur Jabar Berbelasugkawa Atas Wafatnya Ibunda Presiden RI

Selain tiga korban tewas, ada tiga pelajar lainnya yang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Prikasih, Jakarta. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: KPAIsekolahSOP bencana


Related Posts

Kecurangan TKA
Uncategorized

TKA SMP 2026 Dijaga Ketat, Sistem Anti Kecurangan Berlapis Jadi Sorotan

6 April 2026
Pelajar Kota Bandung
Uncategorized

Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Gangguan Mental

8 Februari 2026
Siswa SMPN 60 Bandung
HEADLINE

Miris Enam Tahun SMPN 60 Bandung Numpang Belajar di SD

29 September 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.