CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKESEHATAN

Obat Maag Kronis untuk Redakan Gejala Maag

Nurrani Rusmana
10 Oktober 2022
Obat Maag Kronis untuk Redakan Gejala Maag.

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ada berbagai pilihan obat maag kronis yang dapat dikonsumsi, baik untuk mengatasi penyebabnya atau meredakan gejala maag. Namun, setiap jenisnya memiliki cara kerja dan fungsi yang berbeda-beda, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi penderitanya.

Berikut ini adalah berbagai jenis obat maag kronis untuk mengatasi penyebab atau meredakan gejala yang muncul:

1. Antagonis H2

Antagonis H2 adalah jenis obat maag kronis yang bekerja dengan mengurangi jumlah asam lambung. Pasalnya, produksi asam lambung berlebih bisa memperburuk peradangan di lapisan lambung. Contoh jenis obat ini adalah ranitidin, famotidine, cimetidine, dan nizatidine.

Umumnya, obat jenis antagonis H2 tidak menimbulkan efek samping. Kalaupun ada, efek samping yang ditimbulkan biasanya tidak berat, seperti pusing, sakit kepala, atau diare ringan. Meski begitu, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan di atas.

Baca juga:   Polres Sukabumi Tangkap Pria yang Miliki Ratusan Butir Obat Tanpa Izin Edar

2. Penghambat pompa proton

Jenis obat ini memiliki cara kerja yang sama dengan antagonis H2, yaitu mengurangi produksi asam di lambung. Perbedaannya, penghambat pompa proton (PPI) dinilai lebih kuat dan lebih cepat dalam mengurangi asam lambung dibandingkan dengan antagonis H2.

Omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole adalah beberapa contoh obat maag kronis berjenis penghambat pompa proton. Pengobatan PPI untuk gastritis umumnya berlangsung selama 7–14 hari, tetapi ada pula yang sampai berminggu-minggu tergantung penyebab maag kronis yang dialami.

Setelah mengonsumsi penghambat pompa proton, Anda mungkin akan mengalami sakit kepala, perut kembung, diare, atau sembelit. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter lebih dulu sebelum mengonsumsi PPI, terlebih lagi jika Anda sedang hamil atau menyusui.

3. Antasida

Antasida merupakan jenis obat maag kronis yang bekerja dengan cara menetralisir asam di lambung. Beberapa obat maag kronis berjenis antasida umumnya bisa dibeli secara bebas tanpa resep dokter.

Baca juga:   Menghirup Aroma Lavender Bisa Atasi Insomnia

Namun, selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan untuk menghindari efek samping, seperti diare, konstipasi, kram perut, dan muntah.

Selain itu, orang yang sedang mengonsumsi obat flu, penyakit jantung, atau penyakit Parkinson tidak boleh mengonsumsi antasida secara sembarangan guna mencegah terjadinya interaksi obat.

4. Antibiotik

Antibiotik menjadi pilihan obat maag kronis bila disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Jenis antibiotik yang umumnya digunakan sebagai pengobatan maag kronis meliputi amoxicillin, clarithromycin, tetracycline, atau metronidazole.

Sebelum mengonsumsi antibiotik untuk mengobati maag kronis, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, habiskan obat ini sesuai dosis yang telah dianjurkan oleh dokter untuk mencegah bakteri kebal terhadap pengobatan.

Baca juga:   Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Memicu Gagal Ginjal, Ini Sebabnya

Cara Mencegah Maag Kronis

Selain dengan mengonsumsi obat maag kronis, Anda juga perlu melakukan beberapa cara di bawah ini agar gejala maag kronis tidak bertambah berat dan mencegah kekambuhannya:

  • Hindari konsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak atau berminyak.
  • Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit, tetapi sering.
  • Olahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan menjalani hobi atau melakukan terapi relaksasi.
  • Cukupi waktu tidur setiap hari.
  • Hindari minum minuman berkafein dan beralkohol.
  • Jangan konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid tanpa anjuran dokter.

Selain jenis obat-obatan di atas, makanan berkandungan probiotik diketahui pula baik untuk mengatasi peradangan di lambung. Hidangan yang dimaksud meliputi natto, kimchi, atau yoghurt. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: maagobatobat maag kronis


Related Posts

Pesona Muslimah di Bulan Ramadhan: Meva.Id Tampilkan Koleksi Terbaru
PASKESEHATAN

Cara Minum Obat Saat Puasa

17 Maret 2024
Kopi Bisa Cegah Kejang Saat Demam pada Balita, Benarkah? Begini Penjelasannya
PASKESEHATAN

Kopi yang Aman Agar Bebas dari Penyakit Maag

13 Maret 2024
Jangan Sembarangan Konsumsi Amoxicillin untuk Radang Tenggorokan, Ini Penjelasannya
PASKESEHATAN

Jangan Sembarangan Konsumsi Amoxicillin untuk Radang Tenggorokan, Ini Penjelasannya

17 Oktober 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.