CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Pemahaman Kebencanaan Harus Diajarkan Sejak Dini kepada Siswa

Nurrani Rusmana
12 Oktober 2022
Pemahaman Kebencanaan Harus Diajarkan Sejak Dini kepada Siswa

Rektor UIN Datokarama Palu Prof Sagaf S Pettalongi MPd. (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

PALU, WWW.PASJABAR.COM – Pemahaman kebencanaan harus diajarkan sejak dini kepada siswa di semua tingkatan pendidikan sekolah. Hal tersebut dikatakan oleh Pakar manajemen pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Prof Dr Sagaf S Pettalongi MPd.

“Pembelajaran mengenai pengetahuan bencana, penanggulangan dan pengurangan risiko bencana ini sangat penting untuk diajarkan sejak dini kepada siswa,” ujar Sagaf, dikutip dari ANTARA, Rabu (12/10/2022).

Baca juga:   Promosi Doktor Slamet Setiawan Analisis Collaborative Governance Dalam Penyediaan dan Pelayanan Air Minum

Selain mengenalkan potensi dan jenis bencana kepada peserta didik, siswa juga diikutkan belajar cara penyelamatan diri. Seperti evakuasi mandiri atau evakuasi komunal dan kesiapsiagaan.

Ia mengatakan pemahaman kebencanaan di satuan pendidikan sekolah merupakan upaya mitigasi non fisik yang dapat dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal di daerah.

“Penguatan sumber daya manusia tentang pemahaman kebencanaan sejak dini merupakan suatu upaya untuk pengurangan risiko dan dampak bencana. Sekaligus upaya kemanusiaan untuk penyelamatan nyawa manusia,” jelasnya

Baca juga:   Pemerintah Kembali Berikan Remisi ke Nazaruddin

“Di sinilah guru atau tenaga pengajar dituntut untuk berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sekolah,” imbuhnya.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum ada mata pelajaran khusus mengenai kebencanaan di sekolah. Sehingga perlu kebijakan pemerintah untuk mengarusutamakan pembelajaran tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

“Hal ini sangat penting mengingat rentannya negara kita terhadap bencana alam, termasuk di wilayah Provinsi Sulteng,” katanya.

Baca juga:   Paguyuban Pasundan Percayakan Sekolah Kelola Dana Pendidikan Mandiri

Sagaf menyebut mitigasi non-fisik tersebut, perlu diikutkan dengan mitigasi fisik di antaranya melakukan memetakan wilayah rawan bencana dan memasang rambu-rambu atau tanda.

“Penetapan wilayah zona merah, jalur evakuasi, titik kumpul sementara dan titik kumpul akhir,” pungkasnya. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: pemahaman kebencanaanUIN Datokarama Palu


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.