CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Pemkot Bandung Bentuk Tim AKS untuk Penanganan Stunting

Nurrani Rusmana
17 Oktober 2022
Guna mengakselerasi penanganan masalah stunting, dibentuklah Tim Audit Kasus Stunting (AKS) melalui Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 800/Kep.850-DPPKB/2022.

Guna mengakselerasi penanganan masalah stunting, dibentuklah Tim Audit Kasus Stunting (AKS) melalui Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 800/Kep.850-DPPKB/2022. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Stunting masih menjadi salah satu masalah prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Guna mengakselerasi penanganan stunting, dibentuklah Tim Audit Kasus Stunting (AKS) melalui Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 800/Kep.850-DPPKB/2022.

“Berdasarkan data SSGI tahun 2021 menunjukkan, prevalensi stunting di Kota Bandung sejumlah 26,40 persen,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Dewi Kania Sari, Senin (17/10/2022).

Dia melanjutkan, pada data e-PPGBM tahun 2021 tercatat sebanyak 7.568 atau 7,59 persen balita stunting di Kota Bandung.

Berdasarkan hal ini, dalam setahun setidaknya Pemkot Bandung perlu melakukan audit stunting sebanyak dua kali untuk penanganan stunting.

Baca juga:   Aksi Veteran Saat Upacara Bikin Wali Kota Bandung Heran

“Sekarang merupakan audit pertama yang mengambil sempel dari dua kecamatan dan kelurahan,” ucapnya.

Lokasi tersebut antara lain sampel dari Kecamatan Babakan Ciparay, Kelurahan Margahayu Utara, dan Kecamatan Bandung Kidul, Kelurahan Kujangsari.

Dipilihnya empat lokasi ini, imbuh Dewi, karena data prevalensi stunting di sana masih tergolong tinggi.

“Sasaran yang diaudit terdiri dari calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta berisiko stunting yang telah dianalisis oleh masing-masing tim pakar. Hasilnya akan dipaparkan hari ini,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana menyampaikan, stunting bukan hanya mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik, tapi juga perkembangan lainnya.

Baca juga:   Geliatkan Ekonomi, Begini Pelaksanaan Event di Bandung

“Upaya yang sudah kita lakukan dari 2019 yakni melalui Bandung Tanginas. Kita sudah turun ke semua kecamatan,” papar Yunimar.

Pemkot Kerja sama dengan Baznas

Sejak 2019 Pemkot Bandung bekerja sama dengan Baznas untuk menyediakan makanan siap santap bergizi di 15 kelurahan lokus stunting.

Program ini terus bertambah hingga tahun 2021 sebanyak 151 kelurahan telah tersasar Bandung Tanginas.

“Kita juga melakukan pelatihan posyandu, ada buku catatan kader cerdas stunting sebagai bahan referensi untuk mengetahui apa itu stunting dan cara penanganannya,” jelasnya.

Tahun ini Pemkot Bandung akan kembali bekerja sama dengan Baznas melalui program pemberdayaan keluarga tanginas.

Baca juga:   Belanja Online Naik, Indikator Warga Bandung Taat Diam di Rumah

“Sekarang tidak hanya penerima manfaatnya, tapi juga keluarganya harus kita dampingi agar lebih paham,” ungkapnya

Program Bandung Tanginas membawa Pemkot Bandung memperoleh Penghargaan Perencanaan Daerah Tahun 2022 Tingkat Provinsi.

“Kita dapat Juara 1 Inovasi Pembangunan dengan Tema Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural,” tuturnya.

Selain program Bandung Tanginas, Pemkot Bandung juga akan meluncurkan program pemberdayaan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di setiap kelurahan.

“Akan ada 755 sasaran yang jadi penerima manfaat dari program budikdamber. Keluarga tersebut juga akan mendapatkan pendampingan intens. Sehingga kita tidak hanya membagikan, tapi ada pendampingan sampai mereka paham dan berhasil,” imbuhnya. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: penanganan stuntingTim AKS


Related Posts

Penanganan Stunting dan ODF di Kelurahan Antapani Kulon Dapat Pujian
PASBANDUNG

Penanganan Stunting dan ODF di Kelurahan Antapani Kulon Dapat Pujian

13 Juli 2023
Begini Penanganan Stunting di Kabupaten Sumedang, Jokowi Tertarik
PASJABAR

Begini Penanganan Stunting di Kabupaten Sumedang, Jokowi Tertarik

28 Desember 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.