CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Atasi Macet, Dosen Unpas Sarankan Regulasi Pembatasan Jumlah Kendaraan

Nissa Ratna
23 Oktober 2022
Diserbu Wisatawan Jalur Wisata Ciwidey Macet

Kemacetan menuju objek wisata Ciwidey (foto : pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Untuk mengatasi masalah kemacetan di Kota Bandung, Dosen Unpas Prodi Administrasi Publik, FISIP Dr. Imas Sumiati, M.Si. menilai perlu ada regulasi yang jelas.

Menurutnya, ketimbang mengupayakan pembangunan jalan, akan lebih efektif jika pemerintah menetapkan regulasi terkait pembatasan jumlah kendaraan.

Selain memerlukan waktu lama, pembangunan jalan juga menghabiskan anggaran besar. Untuk itu, perlu ada pembatasan jumlah kendaraan alih-alih melakukan pelebaran jalan, membangun flyover, dan infrastruktur lainnya.

Baca juga:   Membanggakan, Karya Ilmiah 5 Dosen Unpas Raih Prestasi di Tingkat Internasional

Hal ini menyusul rencana Pemkot Bandung membangun dua flyover dan underpass untuk mengurai kemacetan setelah selesainya pembangunan flyover Kopo yang dinilai berhasil mengurangi kemacetan di simpang Kopo dan Cibaduyut.

“Pembangunan jalan butuh waktu lama. Contoh kecil, di FISIP Unpas, dosen tidak boleh bawa mobil ke kampus. Begitu juga dengan mahasiswa, mereka hanya diperbolehkan membawa motor,” jelasnya.

Baca juga:   Antisipasi Pohon Tumbang, Pemkot Bandung Pangkas 2.532 Pohon

Ia menambahkan, regulasi yang ditetapkan mesti jelas, bahkan ancaman sanksi bagi yang melanggar. Hal tersebut agar semua pihak mau mengikuti peraturan yang berlaku.

“Regulasi pembatasan kendaraan harus mengikat, sehingga kekuatan leadership akan terbangun,” tambahnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa hadir dan serius mengatur semuanya. Misalnya, berkoordinasi dengan instansi atau dinas terkait untuk menyelesaikan kemacetan di Kota Bandung.

Baca juga:   Pastv : Polda Jabar Tangkap Dosen Penyebar Ujaran Kebencian

Ditambah saat ini Kota Bandung sedang musim hujan, sehingga berpotensi banjir dan mengakibatkan kemacetan kendaraan.

Jika dibiarkan, persoalan kemacetan akan menjadi masalah serius di Kota Bandung. Pemerintah semestinya bisa mengambil langkah cepat, sebab pertumbuhan volume kendaraan di Kota Bandung cukup tinggi.

“Pemerintah harus aware dan melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini,” tuturnya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: dosen unpasKemacetanKemacetan Kota Bandung


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi
HEADLINE

Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi

22 April 2026
proyek galian Bekasi
PASJABAR

Tuai  Banyak Keluhan, DPRD Kota Bekasi Dukung Penghentian  Proyek Galian Oleh Pemkot

3 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.