CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home CAHAYA PASUNDAN

Dzat Allah dan Beberapa Hal yang Berhubungan Dengannya

Nissa Ratna
11 November 2022
Dr. H. Ali Anwar Yusuf, M.Si.

Prof. Ali Yusuf Anwar, Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan (Foto: Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Ada beberapa hal yang berhubungan dengan hakikat Dzat Allah. Bagi manusia, Dzat Allah merupakan sesuatu yang gaib, begitu pula wujud-Nya.

“Dan, Kepunyaan Allah apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan, hanya kepada-Nya semua urusan dikembalikan (QS Hud, 11:123)

Kegaiban meliputi segala sesuatu yang sudah lewat, sesuatu yang tidak terjangkau oleh indra, sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari, hasil perbuatan sihir dan mistik dan kegaiban yang wajib diimani oleh umat Islam yang jelas-jelas dinyatakan dalam Al-Qur’an.

Baca juga:   Perbedaan Etika, Moral dan Akhlak

Dzat Allah juga pasti berbeda dengan seluruh makhluk dan hakikat-Nya secara mutlak, baik dalam wujud, sifat, penciptaan maupun hasul dari penciptaan-Nya.

Wujud Allah bersifat mutlak dan berdiri sendiri, karena Dia ada, alam semesta inipun ada. Tanpa ada-Nya, mustahil alam semesta ini ada. Wujud Allah mempunyai keunikan sendiri. Dia tidak dapat diserupakan atau dibandingkan dengan sesuatu apapun.

Baca juga:   Esensi Manusia sebagai Makhluk Sosial

Sifat Allah pun drmikian. Allah bersifat Esa (Ahad) meliputi segala kesempurnaannya. Atribut kualitatif yang dimiliki Allah, sekalipun secara nisbi (relative)menampakkan persamaan dengan atribut kualitatif manusia atau makhluk lainnya.

“Dialah pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagimu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula. Dijadikannya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS As-Syura, 42:11)

Baca juga:   Konsep Umat Sebagai Komunitas

Proses penciptaan yang dilakukan oleh Allah bersifat fragmentaris. Ciptaan-Nya memiliki hubungan sistematik dengan ciptaan lainnya.

“Dia telah menciptakan kamu dari tanah (Bumi) dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya. Karena itu, mohonlah ampunan-Nya, lalu bertobatlah kepada-Nya . Sesungguhnya Tuhanku amat dekat lagi memperkenankan do’a hamba-Nya” (QS Hud, 11:61) (Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Cahaya PasundanDzat Allah


Related Posts

Esensi Manusia sebagai Makhluk Sosial
CAHAYA PASUNDAN

Esensi Manusia sebagai Makhluk Sosial

26 April 2024
Problema Umat Islam
CAHAYA PASUNDAN

Problema Umat Islam

5 April 2024
Karakteristik Umat Islam, Dasar Hukum Dan Tujuan Perilaku Mengonsumsi Makanan
CAHAYA PASUNDAN

Karakteristik Umat Islam

3 April 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.