CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

 ITB Eksplorasi Alternatif Sumber Kalsium dari Limbah Tulang Ikan Lele

Nissa Ratna
29 November 2022
Tim SF ITB Eksplorasi Alternatif Sumber Kalsium dari Limbah Tulang Ikan Lele

Tim SF ITB Eksplorasi Alternatif Sumber Kalsium dari Limbah Tulang Ikan Lele (Foto: itb.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Kalsium adalah unsur logam kelima yang paling melimpah di dalam tubuh manusia.

Sebagai elektrolit, ion kalsium berperan dalam menjaga proses fisiologis dan biokimia dalam tingkat organisme maupun sel.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, orang dewasa perlu mengonsumsi kalsium sebanyak 1.100 miligram per hari, sedangkan anak-anak memerlukan 1.000-1.200 miligram per hari.

Bagi kesehatan manusia, kalsium juga memiliki segudang peran, seperti dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh hingga proses pembekuan darah.

Akan tetapi, setelah umur 20 tahun, tubuh akan mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% per tahun.

Kekurangan kalsium pada jangka panjang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur, osteopenia, osteoporosis, hipokalsemia, serta peningkatan risiko patah tulang.

Baca juga:   SMAN 10 Bandung dan SMKN 2 Bandung Dirusak Massa

Oleh karena itu, antisipasi dan upaya penyeimbang kadar unsur tersebut menjadi hal yang sangat penting sejak dini.

Suplemen kalsium sesungguhnya dapat diperoleh dari berbagai sumber alami.

Meskipun demikian, hingga kini, Indonesia masih memenuhi kebutuhannya dengan cara impor, baik untuk keperluan industri farmasi maupun pangan.

Tentunya, hal ini berdampak pada ketergantungan bahan baku sehingga diperlukan alternatif lain yang inovatif.

Kelompok peneliti di Sekolah Farmasi (SF) ITB yang diketuai Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati di bawah skema pendanaan P2MI 2022 menjawab permasalahan tersebut dengan memanfaatkan limbah tulang lele sebagai sumber kalsium alami yang baik dan ekonomis.

Penelitian tersebut dilakukan bersama Prof. Dr. apt. Yeyet Cahyati Sumirtapura, Prof. Dr. apt. Sukmadjaja Asyaria, Dr. apt. Amirah Adlia M.Si.

Baca juga:   Inovasi Alat Penyadap Karet Elektrik Karya Mahasiswa ITB

“Kegiatan yang kami lakukan akan sangat membantu menurunkan beban lingkungan dari limbah organik, baik hasil konsumsi harian maupun dampak kegiatan pengolahan ikan,” sebut Prof. Heni dalam Rubrik Rekacipta Media Indonesia.

Ia menyampaikan, sumber tulang lele diambil dari pabrik pengolahan tepung lele, Rumah Inovasi Natura, Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur.

Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kalsium diperoleh melalui proses ekstraksi sederhana menggunakan metode Namati dengan beberapa modifikasi.

Pertama, tepung tulang lele dilarutkan dengan NaOH 2%, lalu dipanaskan pada suhu 90oC selama 30 menit.

Baca juga:   Mahasiswa ITB Manfaatkan Limbah Untuk Perkerasan Jalan

Campuran selanjutnya diendapkan dan dicuci beberapa kali dengan menggunakan air untuk menetralkan pHnya.

Endapan tersebut kemudian dikeringkan pada suhu 100oC selama 3 jam dan dihaluskan sesuai preferensi.

Solusi suplai kalsium alami dari limbah tulang ikan, termasuk lele, dinilai sangat sederhana serta bahan bakunya relatif murah.

Masyarakat dapat mengembangkannya pada skala yang kecil. Prof. Heni juga beranggapan bahwa transformasi proses skala kecil itu ke skala industri pun tidak sulit.

Ia berharap pengadaan kalsium organik ini dapat membantu kemandirian penyediaan bahan baku di Indonesia.

“Sudah saatnya pemerintah memberikan peluang kepada semua pelaku bisnis untuk memanfaatkan potensi alam dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan akan impor,” jelasnya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Inovasi Mahasiswa ITB


Related Posts

Hal yang menyebabkan terjadinya perundungan pada anak.
PASBANDUNG

Aplikasi “BERSUARA”, Inovasi Tim IDE Mahasiswa ITB yang Bantu Cegah Perundungan di Sekolah

13 Juli 2023
SiteVision, Inovasi Karya Mahasiswa ITB Menangkan Juara 2 pada Innovation Track Huawei ICT Competition 2023
PASBANDUNG

SiteVision, Inovasi Karya Mahasiswa ITB Menangkan Juara 2 pada Innovation Track Huawei ICT Competition 2023

13 Juli 2023
Ubah Sampah Plastik Menjadi Listrik, Mahasiswa ITB Kembangkan Sistem Waste to Energy (WTE)
PASBANDUNG

Ubah Sampah Plastik Menjadi Listrik, Mahasiswa ITB Kembangkan Sistem Waste to Energy (WTE)

16 Desember 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.