CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Sebanyak 3.600 Warga Ditargetkan Dapat Layanan Kesehatan Mata

Uby
20 Januari 2023
Sebanyak 3.600 Warga Ditargetkan Dapat Layanan Kesehatan Mata

Indonesia Melihat Award 2023. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Masifnya penggunaan gadget dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gangguan kesehatan mata. Bahkan, di masa Pandemi Covid-19 terdapat fenomena baru yang disebut dengan ‘miopia booming‘.

“Di masa Pandemi ada ‘miopia booming‘ di mana angka kejadian miopia cukup tinggi untuk klien yang terbiasa menggunakan gadget mulai dari belajar maupun aktivitas lain. Ketika diperiksa kami banyak menemukan kasus myopia. Ada yang ketika diperiksa sudah minus 7,” ujar Ketua Yayasan Indonesia Melihat Nusantara, Motris Pamungkas di sela-sela acara Indonesia Melihat Award 2023 di hotel El Royale, Kota Bandung, Kamis (19/1/2023).

Motris mengungkapkan bahwa pihaknya tak menampik adanya fakta peningkatan penggunaan gadget pada anak sekolah. Hal itu pula yang mendasari yayasannya untuk memprioritaskan anak-anak sekolah dalam hal kampanye kesehatan mata.

Baca juga:   55 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Penglihatan, Kemenkes Wanti-Wanti Bahaya Kebutaan Sejak Dini

“Untuk pengguna gadget banyak terjadi pada anak sekolah. Prioritas kami anak sekolah,” ungkapnya.

Sebagai yayasan yang fokus terhadap kesehatan mata, pihaknya terus berupaya untuk menjaring lebih banyak mitra kolaborasi dalam hal kampanye kesehatan mata maupun memberikan bantuan terhadap mereka yang mengalami gangguan mata ringan.

Dalam acara Indonesia Melihat Award 2023, pihaknya akan memberikan apresiasi bagi perusahaan maupun lembaga yang dinilai memiliki kontribusi dalam mengentaskan persoalan-persoalan gangguan mata yang dialami oleh masyarakat.

“Ini ajang silaturahmi juga. Kami berharap lebih banyak relasi yang mau bekerja sama dengan yayasan Indonesia melihat. Khususnya dalam kegiatan sosial, karena kami khusus bergerak di sosial. Sehingga banyak kontribusi dari lembaga lain yang kami butuhkan. Kita fokus kepada gangguan penglihatan, khususnya tiga daerah yang kami utamakan yaitu urban, pesisir, dan pedalaman,” jelasnya.

Baca juga:   Silaturahmi Satgas Citarum Harum Bersatu Selesaikan Masalah Sungai

Banyak Masyarakat Tidak Tahu Mengalami Gangguan Mata

Motris menuturkan, sejak tahun 2019 hingga tahun 2022, pihaknya telah melakukan pemeriksaan bagi 3.200 warga di berbagai daerah. Dalam rentang waktu tersebut, pihaknya menemukan berbagai kasus gangguan penglihatan hingga sebab-sebab terjadinya gangguan penglihatan yang dialami oleh mereka.

“Ternyata banyak sekali masyarakat yang tidak tahu bahwa mereka memiliki gangguan fungsi penglihatan, alasannya karena ke faskes jauh, keterbatasan ekonomi, keterbatasan membeli alat rehabilitasi penglihatan. Nah di sinilah kami memfasilitasi lembaga instansi perusahaan yang memiliki dana CSR untuk menyalurkan ke yayasan kami untuk kembali kami salurkan penerima manfaat,” tuturnya.

Baca juga:   Belum Semua Rumah Sakit di Bandung Miliki Bank Darah

Motris menambahkan bahwa pihaknya optimis akan ada lebih banyak instansi atau perusahaan yang bersedia dalam pengentasan gangguan mata. Dengan berbagai skema, pihaknya menargetkan ada 3.600 warga yang mendapat layanan kesehatan mata.

“Kami sudah punya timeline dari Januari sampai Desember ada 3.600 klien yang kami periksa, tiga bulan pertama, sudah ada kegiatan di Bandung, Indramayu, dan Kepulauan seribu,” pungkasnya. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: Indonesia Melihat Award 2023kesehatan matamiopia booming


Related Posts

tetes mata saat puasa
HEADLINE

REHAT : Fakta Mengejutkan! Tetes Mata Ternyata Tidak Membatalkan Puasa

26 Februari 2026
Lebih dari 55 juta anak Indonesia mengalami gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi. Kemenkes luncurkan Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030 untuk cegah kebutaan dan perluas layanan Vision Center di seluruh Indonesia. (Uby)
HEADLINE

55 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Penglihatan, Kemenkes Wanti-Wanti Bahaya Kebutaan Sejak Dini

9 Oktober 2025
Yayasan Indonesia Melihat
PASKESEHATAN

Yayasan Indonesia Melihat Prioritaskan Disabilitas dan Dhuafa Dapatkan Bantuan Kesehatan Mata

6 November 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.