CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Poe Basa Indung Internasional, Pentingnya Memelihara Bahasa Sunda

Nurrani Rusmana
28 Februari 2023
Poe Basa Indung Internasional, Pentingnya Memelihara Bahasa Sunda

Mieling “Poe Basa Indung Internasional” digelar di Aula Mandala Saba Lantai 8, Kampus II Unpas, Jalan Taman Sari No. 6-8, Kota Bandung, Selasa (28/2/2023). (Foto: ran/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Mieling “Poe Basa Indung Internasional” digelar di Aula Mandala Saba Lantai 8, Kampus II Unpas, Jalan Taman Sari No. 6-8, Kota Bandung, Selasa (28/2/2023). Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari.

Poe Basa Indung Internasional, Pentingnya Memelihara Bahasa Sunda
Rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp., M.Si., M.Kom. IPU. (Foto: ran/pasjabar)

Rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp., M.Si., M.Kom. IPU mengatakan sangat penting untuk memelihara bahasa ibu atau basa indung.

“Begitu penting bagaimana memelihara bahasa ibu. Itu adalah keunikan karena bahasa ibu itu dipelajari secara intuitif, tidak dipelajari di sekolah formal,” kata Prof. Eddy.

Maka dari itu, kegiatan ini menurutnya sebagai salah satu upaya bagaimana melestarikan bahasa daerah yakni bahasa Sunda menjadi bahasa ibu.

Baca juga:   Langkah Pertama Beckham Bawa Persib Back to Back

“Jadi oleh karena itu, harus dipelihara (bahasa Sunda, red), karena itu kan sebagai pelestarian dari peradaban suatu kelompok atau bangsa atau etnik,” ucapnya.

Poe Basa Indung Internasional, Pentingnya Memelihara Bahasa Sunda
Rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp., M.Si., M.Kom. IPU dan Ketua Klinik Basa, Drs. Taufiq Faturohman. (Foto: ran/pasjabar)

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H.M Didi Turmudzi, M.Si menyebut saat ini di Bandung sedang mengalami krisis menggunakan bahasa Sunda.

“Jangankan pendatang, orang Bandungnya sendiri sudah banyak yang tidak menggunakan bahasa Sunda. Nah karena keadaan seperti itu, maka Paguyuban Pasundan mencoba untuk melakukan upaya-upaya penggunaan bahasa Sunda kepada para pejabat dulu,” katanya.

Baca juga:   Robert Bantah 'Membelandakan' Persib

“Itu bagian upaya dalam rangka mensosialisasikan agar bahasa Sunda tidak sirna. Nah itu yang telah dilakukan,” sambungnya.

Penggunaan Bahasa Sunda di Kampus

Poe Basa Indung Internasional, Pentingnya Memelihara Bahasa Sunda
Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M Didi Turmudzi, M.Si dan Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A. Ph.D. (Foto: ran/pasjabar)

Untuk di kampus sendiri, menurutnya penggunaan bahasa Sunda memang tidak begitu spesifik karena tidak ada mata kuliah khusus serta mahasiswanya pun berasal dari berbagai daerah. Bukan hanya dari masyarakat Sunda.

“Tapi tentu dalam mata kuliah budaya Sunda sudah semestinya dicoba dengan menggunakan bahasa Sunda. Oleh karena itu, nanti kami mungkin akan mengintruksikan kalau berbicara mata kuliah budaya Sunda atau kepasundanan itu pengantarnya bisa bahasa Sunda,” ujarnya.

Poe Basa Indung Internasional, Pentingnya Memelihara Bahasa Sunda
Inohong Masyarakat Sunda, Popong Otje Djundjunan atau Ceu Popong. (Foto: ran/pasjabar)

Sementara itu, Inohong Masyarakat Sunda, Popong Otje Djundjunan atau Ceu Popong menuturkan bahwa budaya Sunda tidak akan bisa dijalankan kalau tidak diterapkan. Oleh karenanya, bahasa ibu itu sangat penting.

Baca juga:   Suci Zahari, Sang Pelestari Bahasa Sunda

“Semua bangsa, semua negara sepakat dan sepaham bahwa bahasa indung (bahasa ibu) adalah bahasa yang paling penting,” kata Ceu Popong.

Poe Basa Indung Internasional, Pentingnya Memelihara Bahasa Sunda
(Foto: ran/pasjabar)

Kegiatan Mieling “Poe Basa Indung Internasional” diisi oleh 2 narasumber yaitu Ketua Klinik Basa, Drs. Taufiq Faturohman yang membawakan materi mengenai “Basa Sunda Dikalangan Remaja” dan Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A. Ph.D yang membawakan materi mengenai “Bahasa Sunda Dalam Pusaran Bahasa Daerah di Nusantara”. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: Bahasa Ibubahasa sundaBasa IndungPoe Basa Indung Internasionalsunda


Related Posts

peradaban sunda dedi
HEADLINE

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

19 April 2026
sunda
HEADLINE

Pemikiran Dan Kontribusi Karl Fredirck Holle: “Karuhun” Orang Sunda Modern

29 Desember 2025
hadiah Sastera Rancage 2025
HEADLINE

Rancage dan Paguyuban Pasundan Serahkan Hadiah Sastera Rancage 2025

13 Agustus 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.