CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Waspada Ekstremisme Kekerasan di Sekitar Kita!

Tiwi Kasavela
21 Maret 2023
Waspada Ekstremisme Kekerasan di Sekitar Kita!

Putri Nabila (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Akhir-akhir ini kita acap kali mendengar kasus tentang teroris melakukan pemboman di tempa-tempat public yang dampaknya secara psikologis bagi sebagian orang merasa membuat dirinya ketakutan yang berimbas pada kebencian akan suatu kelompok karena sering kali yang disalahkan adalah simbol-simbol yang digunakan oleh teroris tersebut sehingga hal ini semakin membuat tipisnya toleransi keberagaman dalam masyarakat semakin terasa.

Ditambah lagi saat ini perempuan menjadi subjek dan objek yang terlibat langsung dalam teorisme entah alasan karena pernikahan, sosial, ekonomi, pejalanan spiritual yang salah dan esktrim intinya perempuan berpotensi menjadi korban dan pelaku artinya menjadi penghenti atau penyebar.

Maka, kita perlu tahu apa saja esktremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme sedini mungkin sebagai upaya untuk menjaga dan menebalkan toleransi di tengah masyarakat sehingga kita bisa memproteksi diri dan orang sekitar kita dengan penuh empati.

Baca juga:   Rektor Unpas Sambut Mahasiswa Asing Asal Tajikistan

Bentuk proteksi diri menjadi hal utama dalam memerangi ekstremisme kekerasan dengan menambah pengetahuan agar kita dapat mendeteksi atau mengenali tanda-tanda sedini mungkin dengan memahami prinsip dasar deteksi dini akan ekstremisme kekerasan dengan yang Prinsip do no harm yang artinya tidak memunculan label yang cenderung menghakimi terhadap salah satu kelompok atau sebagai individu sehingga penting bagi kita untuk memastikan niat dan tujuan dari peringatan dini yang kita lakukan dengan jelas penanganan dan keberlanjutannya.

Selain itu, kekerasan dan idoelogi kekerasan seperti yang kita tahu sifatnya itu kontekstual dengan menunjukan sikap kekerasan dan agresif sebagai symbol dari ekspresi emosionalnya, dimulai dari kegalauan yang tak tertahankan memicu stress atau depresi yang berlarut hingga beberapa individu tidak lihai dalam mengatasi hal tersebut secara positif akan mengeluarkan reaksi nya dengan kekerasan.

Baca juga:   Nanad Sebarkan Energi Positif Bagi Remaja

Dan yang terakhir, pentingnya kita untuk memahami narasi-narasi esktrem yang bertebaran di masyarakat agar kita mampu mendeteksi dini apakah hal tersebut merupakan narasi yang menyebabkan perpecahan yang mengarah pada terorisme.

Misal saja, banyak sekali dalil-dalil kitab Tuhan yang hanya di tafsirkan satu kali cenderung membuat orang mempercayai dan tidak mau menerima masukan yang membuat hatinya hitam memupuk kebencian pada suatu kelompok.

Baca juga:   Inilah Program Pemprov Jabar Cegah Kekerasan, Salah Satunya Cekas

Sehingga kita sebagai perempuan dan masyarakat jangan hanya tinggal diam, perlu keterlibatan antar pihak untuk membuat counter narasi membawa narasi-narasi perdamaian yang lebih humanis, mengadakan kajian lintas iman yang multitafsir akan membuat kita lebih menghargai perbedaan satu sama lain, karena aku yakin berbeda adalah anugerah yang harus kita jalani dalam bermasyarakat dan berhubungan secara sosial.

Dimulai dengan memandang saudara tak seiman kita sebagai saudara kemanusiaan, menahan perkataan rasis atau esktrem bagi orang yang berbeda dengan kita dan masih banyak lagi. So, jagalah dirimu dan orang sekitarmu ya dengan memahami deteksi dini ekstremisme kekerasan !

Ditulis oleh Putri Nabila (Koalisi Perempuan Indonesia).

(*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: Kekerasan


Related Posts

Femisida: Kegagalan Kita Membaca Kekerasan terhadap Perempuan
RUANG OPINI

Femisida: Kegagalan Kita Membaca Kekerasan terhadap Perempuan

5 Februari 2026
Disdik Kota Bandung Dampingi Korban dan Pihak yang Terlibat Kekerasan Terhadap Remaja
PASBANDUNG

Disdik Kota Bandung Dampingi Korban dan Pihak yang Terlibat Kekerasan Terhadap Remaja

5 Oktober 2023
Segera Laporkan ke UPTD PPA Jika Melihat Tindak Kekerasan dan Pelecehan
PASBANDUNG

Segera Laporkan ke UPTD PPA Jika Melihat Tindak Kekerasan dan Pelecehan

12 Desember 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.