CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Pendidikan di Kota Bandung Masih Banyak PR

Putri
2 Mei 2023
Ilustrasi: Siswa SD di Kota Bandung.

Ilustrasi: Siswa SD di Kota Bandung. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, masih banyak yang menjadi PR Kota Bandung di bidang pendidikan. Hal ini menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bandung Andri Rusmana, yang mengatakan, sistem dan infrastuktur yang masih sangat kurang.

“Bicara pendidikan, yang menajdi PR Kota Bandung sekarang adalah pemenuhan infrastruktur, yang menjadi kedala setiap tahunnya. Terutama terkait sistem zonasi saat PPDB,” ujar Andri kepada wartawan Selasa (2/5/2023).

Andri mengatakan, kekurangan gedung sekolah, masih menajdi salah satu kendala terbesar Kota Bandung setiap tahunnya. Menurut Andri, akan lebih baik jika sistem PPDB dikembalikan kepada sistem dulu yang diterima di sebuah sekolah berdasarkan prestasi.

“Akan lebih baik jika sistem PPDB dikembalikan seperti dulu,” katanya.

Disinggung mengenai pemberlakukan zonasi yang awalnya untuk mengatasi kemacetan, Andri mengatakan, hal tersebut juga tidak mengurangi kemacetan sama sekali.

Baca juga:   Ini Keuntungan PPDB Jalur Prestasi di Kota Bandung

“Karena biang kemacetan bukan hanya masalah jauh dekatnya sekolah, melainkan ada hal lain yang juga menjadi pemicunya,” tutur Andri.

Selain itu, uang juga menjadi salah satu masalah yang harusnya segera diselesaikan, adalah masalah honor guru honorer yang masih belum dibayarkan.

“Bahkan, saya menerima keluhan melalui akun sosial media saya, bahwa masih ada guru honorer yang honornya belum dibayar sejak triwulan pertama tahun ini,” tambahnya.

Padahal, sambung Andri, semestinya pendidikan di Kota Bandunng ini jauh lebih baik dibandingkan di Kota/Kabupaten lain, setidaknya di Jabar, karena Bandung merupakan ibu kota provinsi.

“Selain itu, kita juga punya anggaran RMP, selain anggaran BOS. Tapi kalau kualitas pendidikan kita sama saja dengan kota/kabupaten lain, lalu apa gunanya kita punya anggaran RMP,” sesalnya.

Baca juga:   Persami Gerakkan UMKM Muslimah,Targetkan Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia

Siswa Berprestasi Banyak Dihasilkan Sekolah Swasta

Andri mengakui untuk siswa berperstasi sejauh ini masih dihasilkan oleh sekolah swasta. Hal ini besar kemungkinan karena kesejahteraan guru sekolah negeri yang masih belum baik.

“Kalau gaji guru sekolah swasta kan besar. Mereka pasti memberikan pengajaran yang lebih baik,” tuturnya.

Andri juga mengatakan, sekarang banyak guru negeri yang kerjanya nyambil bekerja di tempat lain. Sehingga menjadi concern mereka tidak hanya untuk tugas mereka mengajar di sekolah.

“Kalau kesejahteraan mereka mencukupi, pasti kan mereka tidak akan mencari kerja sampingan,” terangnya.

Pada level nasional, Andri mengatakan, sistem pendidikan sekarang sangat membingungkan. Sehingga banyak yang mengeluh.

“Semestinya, pejabat pengambil kebijakan harus orang yang mengerti tentang pendidikan,” ucap Andri.

Baca juga:   Kota Bandung Belum Terapkan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.30, Masih Dikaji

Anggaran Pendidikan Kota Bandung Besar

Sementara itu, Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, anggaran Kota Bandung untuk Pendidikan sudah besar. Bahkan melebihi jumlah yang diamanatkan oleh undang-undang.

“Kalau di undang-undang anggaran pendidikan 20 persen, Kota Bandung menggarkan 26 persen lebih besar dari yang sudah diamantkan undang-undang,” tuturnya.

Hal ini, menurutnya menjadi salah satu bukti Pemkot Bandung sangat memperhatikan dunia pendidikan.

“Bahkan kami memberikan juga bantuan terhadap warga tidak mampu pada jenjang SMA sederajat. Walaupun kewenangan SMA ada di bawah pemerintah provinsi,” terangnya.

Ema mengatakan, pendidikan merupakan pilar utama bangsa, karenanya ia berharap semua warga Kota Bandung cerdas dalam berbagai aspek.

“Dengan demikian, Kota Bandung bisa cerdas di berbagai aspek,” harapnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: HadiknasPendidikan Kota Bandung


Related Posts

kebijakan masuk sekolah 06.30 WIB
HEADLINE

Kota Bandung Belum Terapkan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.30, Masih Dikaji

12 Juli 2025
Program Tingkatkan Mutu Pendidikan Masyarakat di Kota Bandung
HEADLINE

Program Tingkatkan Mutu Pendidikan Masyarakat di Kota Bandung

3 Januari 2024
PASBANDUNG

Ini Keuntungan PPDB Jalur Prestasi di Kota Bandung

18 Mei 2019

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.