CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ukur Kemampuan Kognitif Peserta, UTBK-SNBT 2023 Ujikan Tes Skolastik

Nurrani Rusmana
8 Mei 2023
UTBK-SNBT 2023 di Kampus Unpad. (Foto: Humas Unpad)
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2023 digelar serentak pada Senin (8/5/2023). Pada tahun ini, UTBK-SNBT diikuti 803.853 peserta.

Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Prof. Mochamad Ashari mengatakan, tahun ini, UTBK-SNBT 2023 digelar dalam dua gelombang. Gelombang I digelar 8 – 14 Mei 2023, sedangkan Gelombang II digelar 22 – 28 Mei 2023. Pelaksanaan UTBK-SNBT digelar secara luring di 74 lokasi Pusat UTBK PTN se-Indonesia.

“Hari pertama UTBK-SNBT tidak ada kendala serius, kita sudah koordinasi dengan berbagai instansi supaya membantu pelaksanaan UTBK,” kata Prof. Ashari saat mengelar konferensi pers di Ruang Executive Lounge Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Senin (8/5/2023).

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut menjelaskan, secara umum, pelaksanaan UTBK tahun ini tidak ada perbedaan dengan tahun lalu. Perbedaan mendasar terlihat dari materi soal yang diujikan.

Baca juga:   Catat Jadwal Pendaftaran SMUP Sarjana Jalur Mandiri dan Program Sarjana Terapan Unpad

Tahun ini, materi soal di UTBK-SNBT menggunakan tes skolastik dengan subtes kemampuan kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalma bahasa Inggris.

Tes Skolastik

Tes skolastik, kata Prof. Ashari, menekankan pada pengukuran kemampuan kognitif yang dianggap penting dalam keberhasilan mahasiswa selama studi di perguruan tinggi. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang diperoleh manusia sejak lahir berupa kemampuan logika dan bernalar.

Untuk itu, tes skolastik tidak mengujikan kemampuan hafalan dan akademik peserta selama di sekolah menegah atas, tetapi lebih mengujikan pada kemampuan logika dan nalar peserta.

Tes ini juga disesuaikan dengan Kebijakan Kurikulum Merdeka yang diterapkan Kemendikbudristek. Implementasi kurikulum baru tersebut di tingkat sekolah, yaitu sekolah tidak lagi menerapkan penjurusan keilmuan. Dengan demikian, tes masuk perguruan tinggi juga didesain lebih umum.

Baca juga:   Link Pengumuman Seleksi Masuk Universitas Padjajaran Melalui Jalur Mandiri dan Prestasi

“Melalui tes ini, kita bisa mendeteksi apakah anak-anak itu punya potensi kognitifinya bagus. Logikanya kalau bagus dia akan mampu dalam situasi apa pun,” kata Prof. Ashari.

Secara teknis, soal tes skolastik tidak lagi berupa pilihan ganda (multiple choice) tetapi menggunakan pilihan ganda kompleks (complex multiple choice). Pihaknya memastikan bahwa penyusunan soal ini sudah dianalisis dengan tim ahli dan sudah disesuaikan dengan kemampuan peserta.

Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie menambahkan, saat ini Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk memilih dan mengembangkan minat bakatnya. Hal ini memungkinkan peserta didik mempelajari beragam keilmuan di luar yang selama ini dipelajarinya.

Dengan demikian, tes ini digunakan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan calon mahasiswa ini untuk mengambil berbagai mata kuliah hingga menyelesaikan studinya.

Baca juga:   Sidang Doktor Dudi Supardi Analisis Organizational Citizenship Behavior Anggota Dewan

“Kalau sekadar pintar hapalan, begitu diarahkan ke tantangan keilmuan yang kompleks, dia belum tentu bisa survive. Tes potensi skolastik mengukur kemampuan penalaran dan analisis. Kalau tinggi diharapkan dia dapat menyelesaikan studinya dengan baik,” kata Prof. Tjitjik.

Pada subtes matematika lebih mengujikan sejauh mana kemampuan penalaran peserta di bidang matematika yang direpresentasikan melalui penalaran dasar. Sementara subtes literasi lebih pada pemahaman peserta terkait bahasa dan kemampuan peserta untuk menarasikan pikirannya.

Selain Prof. Ashari dan Prof. Tjitjik, Konferensi pers tersebut dihadiri Ketua Pelaksana Eksekutif SNPMB Prof. Budi Prasetyo Widyobroto, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dan Ketua BP3 Kemdikbudristek, Dr. Rahmawati. Sebelum melaksanakan konferensi pers, rombongan berkesempatan meninjau Pusat Pengembangan UTBK di Kampus Unpad. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: unpadUTBK-SNBT


Related Posts

Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Hardiknas 2026
PASPENDIDIKAN

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Solusi dan Inovasi

4 Mei 2026
MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri
HEADLINE

MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri

26 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.