CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASDUNIA

Polisi Prancis Tembak Remaja, Ini Motifnya

Nurrani Rusmana
30 Juni 2023
Polisi Prancis Tembak Remaja, Ini Motifnya

Sebuah kendaraan terbakar saat aksi protes atas terbunuhnya Nahel (17 tahun) saat pemeriksaan lalu lintas oleh polisi di Nanterre, Paris, Prancis, Kamis (29/6/2023). (Foto: antaranews.com/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

PARIS, WWW.PASJABAR.COM – Seorang polisi Prancis menembak remaja berusia 17 tahun Bernama Nahel. Ibu korban meyakini bahwa rasialisme menjadi motif kematian putranya.

Dilansir dari ANTARA, dalam wawancara yang disiarkan pada saluran TV France 5, ibu Nahel, Mounia, mengatakan bahwa petugas polisi itu “melihat wajah seorang Arab, seorang anak kecil”, dan “ingin mengambil nyawanya”.

Mounia mengatakan dia tidak berniat menyalahkan seluruh institusi penegak hukum, dia hanya menuntut seorang petugas polisi yang membunuh putranya.

“Saya tidak menyalahkan (institusi) polisi. Saya menyalahkan satu orang: orang yang merenggut nyawa anak saya,” katanya.

Nahel ditembak mati oleh polisi pada Selasa (27/6/2023) di daerah pinggiran Paris, Nanterre, setelah dia melanggar undang-undang lalu lintas dan menolak menepi, menurut jaksa.

Jaksa pada Kamis mengatakan bahwa petugas yang membunuh Nahel itu telah didakwa dengan pembunuhan secara disengaja dan ditahan dalam penahanan pra-sidang.

Baca juga:   Pelaku Penembakan di Kantor MUI Pusat Meninggal Dunia di Lokasi

Pengacara polisi tersangka pembunuhan, Laurent-Franck Lienard, mengatakan kepada BFMTV bahwa kliennya “hancur” dan meminta “pengampunan dari keluarga korban.”

“Dia tidak bangun pada pagi hari untuk membunuh orang. Dia tidak ingin membunuh,” tambahnya. 176 orang ditangkap polisi

Otoritas penegak hukum di Prancis pada Kamis menangkap 176 orang dalam kerusuhan yang pecah. Hal itu dilakukan setelah kematian seorang remaja berusia 17 tahun akibat ditembak polisi di daerah pinggiran ibu kota Paris.

Penangkapan Dilakukan di 4 Wilayah

Penangkapan terjadi ketika otoritas setempat memberlakukan jam malam di empat wilayah. Kota Clamart, terletak 8,7 kilometer dari pusat kota Paris, memberlakukan jam malam dari pukul 21.00 sampai pukul 06.00 hingga Senin.

Jam malam juga berlaku di daerah lainnya, yaitu Neuilly-sur-Marne, Savigny-le-Temple, dan Compiegne.

Di Neuilly-sur-Marne, jam malam akan berlaku mulai pukul 23.00 sampai 6.00 hingga Senin nanti. Sedangkan di Savigny-le-Temple akan diberlakukan mulai pukul 22.00 hingga jam 5.00 sampai Minggu, menurut laporan otoritas setempat.

Baca juga:   Warga Inggris Rela Bermalam di Luar Terbuka Menunggu Pemakaman Ratu Elizabeth II

Di Compiegne, jam malam akan diberlakukan bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun yang tidak didampingi oleh orang tua antara pukul 22:00. sampai jam 6 pagi sampai Senin.

Presiden Dewan Regional Ile-de-France Valerie Pecresse juga mengumumkan bahwa layanan bus dan trem di dalam dan sekitar Paris akan dihentikan setelah pukul 21.00 pada Kamis untuk melindungi karyawan dan penumpang.

Laurent-Franck Lienard, pengacara petugas polisi yang menjadi tersangka pelaku penembakan terhadap remaja pengemudi layanan pengiriman bernama Nahel, mengatakan bahwa mereka akan menolak surat perintah penangkapan kliennya, dan menambahkan bahwa polisi tersebut bertindak sesuai dengan hukum. Nahel ditembak mati di daerah pinggiran Paris, Nanterre, oleh seorang petugas polisi setelah remaja tersebut menolak menepi saat pemeriksaan lalu lintas.

Baca juga:   Minneapolis Membara: Penembakan Warga oleh Agen ICE Picu Perang Terbuka Trump vs Demokrat

Kematian Nahel memicu protes massa di Nanterre, yang menyebabkan bentrokan antara masa pemrotes dan polisi.

Petugas yang Menembak Telah Didakwa

Jaksa Prancis mengatakan bahwa petugas yang telah membunuh remaja tersebut telah didakwa dengan pembunuhan secara disengaja dan ditahan dalam penahanan pra-sidang.

Sebelumnya, ketegangan meningkat selama unjuk rasa yang dipimpin oleh ibu Nahel di Nanterre. Kepolisian Paris melaporkan bahwa lebih dari 6.000 orang bergabung dalam aksi protes tersebut.

“Saya merasa tidak aman. Ketika saya pergi ke luar dan melihat polisi, saya pikir mungkin mereka akan menembak saya,” kata Sophia, seorang gadis berusia 17 tahun yang ikut aksi protes, kepada radio France Info.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin pada Kamis mengatakan kepada wartawan bahwa 40.000 petugas polisi, termasuk 5.000 di Paris, akan dikerahkan di daerah-daerah pinggiran ibu kota Paris untuk kemungkinan adanya demonstrasi. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: penembakanPolisi Prancisremaja di Prancis ditembak


Related Posts

Kasus Penembakan Lima WNI di Malaysia
PASNUSANTARA

Kasus Penembakan Lima WNI di Malaysia

30 Januari 2025
Tersangka Kasus Penembakan di Bekasi Sebanyak 11 Orang, 2 Masih DPO
PASJABAR

Tersangka Kasus Penembakan di Bekasi Sebanyak 11 Orang, 2 Masih DPO

6 November 2023
Laga Belgia vs Swedia Ditangguhkan Akibat Tragedi Penembakan
PASOLAHRAGA

Laga Belgia vs Swedia Ditangguhkan Akibat Tragedi Penembakan

17 Oktober 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.