Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Desa Sukasari Kabupaten Bandung Barat mulai didatangi oleh Pramuka ITB pada Senin, (12/6/2023).
Tujuan datangnya Pramuka ITB adalah untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan ITB.
Ketua Pengabdian Masyarakat Pramuka ITB 2023 Siti Ayu Sholekhah mengatakan kegiatan kali ini berfokus pada dua divisi, yaitu divisi Badan Usaha Milik Desa dan divisi Pendidikan dan Pariwisata.
Divisi Badan Usaha Milik Desa mempunyai program pembuatan website Marketplace dengan focus utama tahun pertama, yaitu website tersebut sebagai display/pemajangan produk dari hasil olahan Desa Sukasari.
Alasan utama divisi ini adalah kekhawatiran warga Desa Sukasari belum menemukan tempat untuk memasarkan produk home industry mereka.
Untuk mencapai tujuan divisi ini, anggota divisi BUMDes memulai agenda mereka dengan melakukan kunjungan ke home industri Desa Sukasari.
Kunjungan ini dilakukan karena website Marketplace sendiri memerlukan beberapa informasi produk untuk ditampilkan.
Selanjutnya pada divisi Pendidikan dan Pariwisata, pembuatan saung belajar dan lemari buku, kunjungan ke institusi pendidikan, dan pengajian/madrasah guna memajukan literasi di Desa Sukasari adalah program yang mereka tawarkan.
Hal pertama yang dilakukan adalah survei tempat pembuatan saung belajar. Tidak perlu waktu lama, hari ke-2 tempat dan desain saung telah ditentukan. Pada hari berikutnya saung siap dibangun. Pembuatan saung ini memakan waktu tujuh hari.
Kegiatan ini berjalan lancar dengan bantuan Kepala Desa, Kepala Bumdes, Ketua Karang Taruna, Bapak Linmas, dan warga desa sukasari.
Sebelum meninggalkan Desa Sukasari, yaitu pada Sabtu (24/6/2023) Pramuka ITB mengadakan acara terakhir penutupan serah terima website marketplace dan saung belajar ke Desa Sukasari.
Warga Sukasari merasa bersyukur dengan kedatangan Pramuka ITB ke Desa mereka.
Sebagai seorang mahasiswa, berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat adalah hal yang penting, kita dapat mengenali dan memahami masalah sosial yang dihadapi masyarakat dan berkontribusi dalam mencari solusi yang berkelanjutan.
Pengabdian masyarakat adalah fondasi dari hubungan yang sehat antara masyarakat dan lembaga atau individu yang memberikan layanan.
Ini memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan sosial.
Setelah sadar peran penting mahasiswa, harapannya kita bisa memulai kontribusi ini dari hal yang paling kecil tetapi bisa menginspirasi semua.
“Setiap individu yang akan terus dan harus meneruskan jejak dan jajaknya. Maka dari itu, jangan pernah goyah pada peristiwa dan fenomena. Suatu hal terjadi atau tidak, kalian dengar atau tidak, kalian saksikan atau lewatkan, harusnya tak merubah kalian setitik pun dalam menjalani dan menjalankan kebajikan. Aku bersaksi, setiap hal di dunia ini tidak akan berpengaruh karena kehebatan itu ada dalam diri kalian. Di satu persatu di antara kalian,” kata Ali, Ketua Karang Taruna Desa Sukasari. (Fal)







