CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

UGM Teliti Media Tanam Jamur Alternatif Pengganti Kayu Sengon Yang Mahal

Nissa Ratna
12 Juli 2023
UGM Teliti Media Tanam Jamur Alternatif Pengganti Kayu Sengon Yang Mahal

UGM Teliti Media Tanam Jamur Alternatif Pengganti Kayu Sengon Yang Mahal (Foto: ugm.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Yogyakart, WWW.PASJABAR.COM – Fakultas Kehutanan UGM melakukan penelitian terhadap media tanam untuk budi daya jamur konsumsi.

Penelitian ini dilakukan untuk mencari alternatif media tanam (baglog) yang biasanya memanfaatkan limbah kayu sengon.

“Biasanya media tanam jamur memakai limbah kayu sengon. Sementara saat ini harga limbah kayu sengon naik hampir 5 kali lipat dan jumlahnya pun semakin terbatas sehingga kami berupaya mencari alternatif lain, membuat media tanam baru dengan memanfaatkan limbah kayu dari penebangan langsung di masyarakat,” papar dosen sekaligus peneliti Konversi di Laboratorium  Biomaterial Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Denny Irawati, Selasa (11/7) saat ditemui di sela-sela peresmian Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi (UP2JK) UGM.

Denny mengatakan saat ini ada lebih dari 4 ribu jenis kayu yang tumbuh di Indonesia.

Hanya saja, kebanyakan petani jamur masih percaya jika hanya kayu sengon yang bisa dipakai sebagai media budi daya jamur.

Baca juga:   Gubernur Jabar KDM diminta segera Bentuk Tim Perlindungan GTK

“Dari penelitian sebelumnya yang kami lakukan di Fakultas Kehutanan UGM, memang tidak semua jenis kayu bisa dipakai sebagai media budi daya jamur. Namun begitu, bukan berarti hanya jenis kayu sengon saja yang bisa digunakan sebagai media tanam,” terangnya.

Oleh sebab itu, melalui Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi UGM ini akan dikembangkan beragam jenis kayu yang dapat digunakan sebagai media tanam budi daya jamur.

Penelitian dan pengembangan media tanam jamur dilakukan melalui kerja sama antara UGM dan Nagoya University, Jepang dengan dukungan dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA) serta melibatkan peneliti dari Gifu Forestry Research Institute yang berlangsung sejak Oktober 2021 hingga September 2024.

Denny menyebutkan penelitian dan pengembangan alternatif media tanam pengganti dengan menggunakan cabang maupun ranting pohon dari berbagai jenis pohon.

Baca juga:   UGM Jaring Kerja Sama Dengan 50 Institusi Pendidikan di The 75th NAFSA Annual Conference and Expo 2023

Saat ini pihaknya tengah melakukan penelitian dengan memakai kurang lebih 10 jenis limbah kayu.

Beberapa diantaranya adalah jati, mahoni, akasia, dan mangga

Dari penelitian tersebut diketahui jamur dapat tumbuh pada limbah kayu tersebut dengan proses pertumbuhan yang berbeda-beda di setiap media tanaman yang berbeda.

“Tentu saja berbagai jenis kayu ini dengan karakteristik yang berbeda di setiap jenisnya memerlukan perlakuan khusus yang berbeda. Hasil pengembangan dari UP2JK akan  didiseminasikan secara luas kepada para petani,” ucapnya.

Sementara Dekan Fakultas Kehutanan UGM, dr. Sigit Sunarta, menyebutkan penelitian pengembangan alternatif media tanam jamur ini dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Fakultas Kehutanan dalam membantu mengatasi persoalan pangan nasional.

Salah satunya, dalam penyediaan pangan melalui diversifikasi pangan dengan jamur konsumsi.

“Perubahan iklim berdampak pada banyak aspek termasuk pertanian dan kehutanan yang menjadikan gagal panen sehingga perlu mitigasi penyediaan pangan dan diversifikasi pangan. Pengenalan dan intensifikasi pengembangan produksi  jamur konsumsi salah satunya,” paparnya.

Baca juga:   UGM Kembangkan Pesawat Tanpa Awak yang Bisa Deteksi Kebakaran Hutan

Ia mengatakan penelitian terhadap jamur juga perlu dilakukan mengingat kebutuhan nasional akan jamur yang terus meningkat.

“Kalau dulu jamur lebih banyak diekspor, tetapi sekarang konsumsi jamur nasional meningkat karena masyarakat Indonesia gemar makan jamur. Kami sebagai peneliti kehutanan meneliti limbah kayu jenis lain, tidak hanya sengon, sebgaai alternatif media tanam jamur,” ujarnya.

Melalui UP2JK ini Sigit berharap sivitas akademika UGM bisa melakukan penelitian dan mengembangkan media tanam jamur alternatif pengganti kayu sengon yang nantinya dapat diimplementasikan di masyarakat.

Selain itu, juga bisa dikembangkan beragam jenis jamur yang juga bisa dibudidayakan oleh masyarakat.

“Hasil-hasil penelitian nantinya akan disampaikan ke masyarakat. Dengan begitu diharapkan dapat membantu dalam budi daya jamur sehingga meningkatan kesejahteraan petani,”pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Inovasi UGMKerja Sama UGMUGM


Related Posts

Universitas Gadjah Mada (UGM)
HEADLINE

Universitas Gadjah Mada Raih Skor SINTA Tertinggi se-Indonesia

9 Januari 2024
Kominfo Siap Luncurkan Panduan Etik Penggunaan AI
PASNUSANTARA

Kominfo Siap Luncurkan Panduan Etik Penggunaan AI 

12 Desember 2023
Kasus Bunuh Diri Meningkat Hingga 826 Kasus Ungkap Kemenkes
PASKESEHATAN

Kasus Bunuh Diri Meningkat Hingga 826 Kasus Ungkap Kemenkes

16 Oktober 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.