CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKESEHATAN

Hal Ini Pemicu Terjadinya Usus Buntu Akibat Konsumsi Seblak

Nurrani Rusmana
12 September 2023
Hal Ini Memicu Terjadinya Usus Buntu Akibat Konsumsi Seblak

Ilustrasi seblak. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Seblak merupakan makanan khas Jawa Barat yang banyak disukai oleh para remaja maupun dewasa. Perpaduan antara rempah dan cabai serta topping lainnya membuat rasa seblak menjadi lezat untuk dinikmati.

Dilansir dari Youtube @Dokter24, dr. GM. Silvia, M., Msc mengatakan bahwa ia pernah melihat sebuah unggahan foto seorang ibu terkait anaknya yang mengalami usus buntu akibat mengonsumsi seblak.

“Namun beberapa waktu yang lalu ada seorang ibu yang menggunggah status dimedia sosial mengenai anaknya yang terserang usus buntu karena makan seblak, ibu tersebut menulis bahwa kerupuk lembek sulit dicerna sehingga mengendap di usus buntu,” ucapnya dalam cuplikan video.

Baca juga:   5 Tempat Kuliner Wajib Coba di Kota Bandung: Dari Nasi Sunda hingga Seblak Pedas

Banyak dijadikan perbincangan bahwa kerupuk yang lembek dapat memicu infeksi usus buntu. Tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa cabailah yang memicu terjadinya infeksi usus buntu.

Menurutnya makanan yang sulit dicerna seperti biji cabai dapat menempel dan masuk ke dalam kantung usus buntu. Sebab, biji cabai yang kecil membuat lambung kesulitan untuk mencernanya.

Baca juga:   Cara Hilangkan Belang di Wajah dengan Cepat dan Efektif

Semakin banyak mengonsumsi pedas maka semakin banyak juga biji cabai yang masuk dan menumpuk di dalam kantung usus buntu. Hal tersebut dapat memicu terjadinya infeksi dalam kantung usus buntu.

Sedangkan kerupuk lembek memiliki tekstur yang kenyal. Sehingga, lambung masih bisa mencernanya. Maka kerupuk lembek kecil kemungkinan apabila dapat memicu terjadinya infeksi usus buntu.

Baca juga:   Ema Sumarna: Warga Kota Bandung Tak Akan Terdampak Kenaikan Tarif Puskesmas

Bisa disimpulkan bahwa pemicu besar terjadinya infeksi usus buntu akibat seblak ialah biji cabai yang menumpuk di dalam kantung usus buntu.

Jika Anda gemar mengonsumsi makanan pedas dan khawatir terkena infeksi usus buntu solusinya ialah kunyah hingga lumat. Ssehingga lambung dapat terbantu untuk mencernanya. (job1)

Sumber: https://youtu.be/hRyAod_eLmY?si=xVPygv6RDwrxhvQi

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: seblakusus buntu


Related Posts

tempat kuliner bandung
PASBANDUNG

5 Tempat Kuliner Wajib Coba di Kota Bandung: Dari Nasi Sunda hingga Seblak Pedas

19 Juli 2024
Gibran Rakabuming Sempatkan Makan Seblak Saat Kampanye di Kota Bandung
PASBANDUNG

Gibran Rakabuming Sempatkan Makan Seblak Saat Kampanye di Kota Bandung

30 Januari 2024
Gibran Rakabuming Temui Pelaku UMKM Kreatif Sekaligus Makan Seblak di Bandung
PASBANDUNG

Gibran Rakabuming Temui Pelaku UMKM Kreatif di Bandung

30 Januari 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.