CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Musisi Marcel Ajak Pemilih Pemula Jangan Takut Ke TPS

Fal Ulul Ilmi
19 Oktober 2023
Musisi Marcel Ajak Pemilih Pemula Jangan Takut Ke TPS

Marcellius KH Siahaan, saat menjadi pembicara Forum Grup Disscusion (FGD) dari Mahasiswa Komunitas Peduli Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Saat ini ada kecenderungan Generasi Z atau Gen Z untuk mengikuti politik praktis, karena pemilih pemula ini beranggapan politik itu seperti garpu yang dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk melukai.

Hal tersebut dikatakan oleh Marcellius KH Siahaan, saat menjadi pembicara Forum Grup Disscusion (FGD) dari Mahasiswa Komunitas Peduli Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung,  dengan tema “Antisipasi Politik Identitas Dan Pemanfaatan Rumah Ibadah Untuk Kegiatan Politik Praktis Dalam Pemilu 2024” pada Rabu (18/10/2023).

Musisi yang saat ini mencoba peruntungan menjadi Calon Anggota DPR-RI dari Partai moncong putih mengimbau kepada pemilih pemula atau mahasiswa agar tidak antipati terhadap politik. Hal ini karena apabila politik dapat digunakan dengan baik maka akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Musisi yang saat ini menjadi Mualaf mengajak kepada mahasiswa untuk mulai membangun sebuah prespektif yang positif terhadap politik yang dapat dilakukan salah satunya dengan menjadi pemilih aktif.

Politik Identitas Telah Merusak Marwah Politik

Pihaknya mengajak para pemilih pemula untuk tidak golput dan menggunakan hak pada pemilu 2024 nantinya. Seperti yang telah diketahui bahwa politik identitas telah merusak dan menghancurkan marwah politik.

Baca juga:   Ingin Hidupkan Seni Jabar, Komeng Mendaftar jadi Bakal Calon DPD di Pemilu 2024

Identitas menjadi suatu hal yang tidak dipungkiri. Namun apabila identitas tersebut digunakan oleh seseorang untuk berdebat atau berpolitik maka dapat dikatakan orang tersebut tidak cerdas. Sehingga perlunya mengedepankan program daripada politik Identitas.

Mantan Suami Dewi Lestari ini berharap bahwa Pemilu yang akan datang agar bisa berjalan adil, jujur, serta penuh integritas dan tanggung jawab. Perlu ada adanya refleksi kembali bahwa politik tidak selamanya membuat kegaduhan. Sehingga dalam berpolitik sudah semestinga mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul.

MUI Jabar Sebut Pemilu Fardhu Kifayah

Sementara itu, pembicara lainnya, Ketua MUI Jawa Barat Prof. Dr. Rahmat Syafi’i, M.A., menyebut Pemilu dalam agama Islam adalah memilih. Dimana dalam pemilu adalah sebuah kewajiban atau Fardhu Kifayah dan bukan merupakan hak. Pahalanya Fardhu Kifayah lebih tinggi daripada Fardhu Ain. Sebagai mahasiswa memiliki kewajiban Moral untuk memilih juga. Sebagai seorang mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk mengetahui dinamika yang terjadi di masyarakat khususnya politik Identitas,

Baca juga:   Peran Generasi Muda di Tengah Kontestasi Politik

Syafi’i menambahkan Pemaknaan Politik Identitas masih dianggap rancu dan mengundang perdebatan dimasyarakat karena belum ditemukan definisinya yang tepat. Politik Identitas sering dikonotasikan kepada penganut agama tertentu hanya karena yang bersangkutan menggunakan simbol agama dalam berpolitik. Apabila Politik Identitas dianggap sesuatu yang negatif apalagi terlarang bagaimana dengan identitas politik.

Partai Politik Miliki Identitas Masing-masing

Pihaknya menilai setiap partai politik memiliki identitas masing-masing. Hal tersebut jangan sampai rancu antara politik identitas dengan identitas politik. Sehingga ada definisi yang baku.

Sebagai contoh pada pemilihan Gubernur telah dilakukan survey bahwa masyarakat Jawa Barat menginginkan sosok Pemimpin yang asli Sunda, hal tersebut menjadi salah satu contoh politik Identitas, hal tersebut menjadi sebuah kerancuan.

Politik Identitas selalu dikonotasikan dengan agama tertentu sebut saja Islam. Berbeda dengan politisasi agama yang dalam prakteknya sering memanipulasi pemahaman dan pengetahuan keagamaan, kepercayaan dengan menggunakan propaganda, Indoktrinasi, kampanye, sosialisasi, dalam wilayah publik untuk melemahkan lawan politik hang dihadapi, akibaynya agama bisa menjadi faktor pemicu konflik dan bisa kehilangan muru’ah serta kemuliaannya.

Baca juga:   Konsolidasi Laskar Santri AMIN untuk Dukungan Pasangan Anies-Cak Imin

“Apabila politik identitas dipahami sebagai politisasi identitas sebagaimana politisasi agama, maka bisa diterima karena sama-sama bisa memicu konflik,” kata Syafi’i

Ketua MUI Jabar menambahkan, Dalam pandangan MUI, dalam kehidupan berbangsa dan beragama akan berjalan baik apabila agama dijadikan sumber inspirasi dan kaedah penuntun. Sehingga yidak terjadi benturan antara kerangka berpikir keagamaan dan kerangka berpikir kebangsaan. Bertemunya antara paham keagamaan dan paham kebangsaan dalam sejarah pembentukan NKRI telah terbukti menemukan kalimatun sawa (titik temu) yang indah, yaitu disepakati Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara oleh semua komponen bangsa.

Pada Forum Grup Disscusion (FGD) yang diikuti sekitar 100 orang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, selain menghadirkan Ketua MUI Jawa Barat dan Marcellius KH Siahaan juga menghadirkan Ketua Komisioner KPU Jawa Barat Ummi Wahyuni. (fal)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: Pemilu 2024pilpres 2024politikpolitik identitastps


Related Posts

TPS Sukahaji
HEADLINE

TPS Sukahaji Penuh, Puluhan Gerobak Sampah Mengular di Pinggir Jalan

31 Maret 2026
jokowi
HEADLINE

Jokowi dan Seni Berpolitik

11 Juni 2025
kegaduhan politik
HEADLINE

2025: Saatnya Membangun Bangsa, Akhiri Kegaduhan Politik

22 Januari 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.