CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Enam Pusat Layanan Usaha Terpadu di Jabar Dorong UMKM Naik Kelas

Nurrani Rusmana
24 Oktober 2023
Enam Pusat Layanan Usaha Terpadu di Jabar Dorong UMKM Naik Kelas

Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mendampingi Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dalam kunjungan kerja meresmikan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Bandung, Senin (23/10/2023). (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mendampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI Teten Masduki dalam kunjungan kerja meresmikan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu atau PLUT di Kabupaten Bandung, Senin (23/10/2023).

PLUT Kabupaten Bandung ini menjadi Pusat Layanan Usaha Terpadu keenam yang ada di Jabar. Bey mengungkapkan, gedung PLUT yang dibangun dari APBN murni ini akan dihibahkan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dan pengelolaannya akan dikerjasamakan dengan komunitas UMKM setempat.

“PLUT ini yang keenam di Jabar setelah Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Cianjur, dan Kuningan. Tentunya Pemprov sangat mendukung untuk yang seperti ini,” ujar Bey.

“Ini dari APBN murni, dihibahkan kepada pemkab. Pengelolan nanti diserahkan juga kepada komunitas, sesuai tadi arahan Pak Menteri Teten Masduki,” imbuhnya.

Bey menuturkan, pihaknya menargetkan PLUT ada di setiap kabupaten/kota di Jabar. Untuk itu, ia sangat mengapresiasi inisiasi PLUT mandiri seperti milik Cirebon.

Baca juga:   Menjelang HUT RI ke-79, Penjual Bendera Merah Putih Mulai Hiasi Kota Bandung

Menurutnya, PLUT dapat membawa kualitas produk-produk UMKM naik kelas, termasuk dari pengemasannya.

“Ini produknya sudah bagus, tapi kemasannya kurang. Nah diharapkan nanti melalui coaching di sini bisa dibuatkan kemasan yang baru,” ujar Bey.

Selain PLUT, program Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendongkrak kualitas dan produktivitas UMKM adalah melalui rumah produksi bersama. Salah satu target program rumah produksi adalah sentra kerajinan kulit di Garut.

Namun Bey menginginkan rumah produksi bersama ini juga dapat diterapkan untuk sentra sepatu Cibaduyut. Ia akan segera meninjau langsung ke Cibaduyut untuk mulai merancang pembangunan rumah produksi bersama.

Diharapkan dengan adanya rumah produksi bersama di Cibaduyut ini kualitas hasil produksi sepatu di kawasan tersebut dapat bersaing di pasar internasional.

“Nanti kami akan meninjau ke sana karena baru Garut yang ada (rumah produksi bersama). Mungkin tahun depan mudah-mudahan bisa, supaya lebih baik lagi kualitasnya dan bisa bersaing secara global,” kata Bey.

Baca juga:   Atap SPBU di Jalan BKR berserakan Akibat Angin Puting Beliung

Fasilitasi bagi UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, gedung PLUT ini dibangun sebagai bagian fasilitasi bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan konsultasi usaha, mulai dari pemilihan jenis usaha, akses permodalan hingga pengembangan produk.

Konsultasi usaha ini dinilai penting karena saat ini ada banyak usaha yang sejenisnsehingga kompetisi produk menjadi kurang seimbang.

Untuk itu, Teten menginginkan ada pengembangan potensi yang berbeda di masing-masing wilayah untuk diangkat UMKM.

“Jadi (pelaku UMKM) diarahkan punya potensi apa daerahnya, bisnisnya harus ke mana. Lalu bagaimana akses pembiayaan, mengembangkan produknya, packaging -nya bagus sehingga usahanya juga berkembang,” sebut Teten.

“Jadi tempat ini jadi seperti inkubator. Pendampingan terus-menerus sampai mereka betul-betul bisa tumbuh dan berkembang dengan produk yang unggul. Setiap daerah kita harapkan punya keunggulan masing-masing, keunggulan domestik. Jangan semua seragam setiap daerah,” jelasnya.

Baca juga:   Kolaborasi Pemkot Bandung dan Pentahelix, Jawab Tantangan Komunikasi Digital

Teten melaporkan, hingga saat ini ada 87 PLUT di seluruh Indonesia. Rencananya, setiap PLUT akan dilengkapi dengan fasilitas kemasan untuk mempermudah akses pelaku UMKM mendapatkan pelatihan packaging. Selain itu, ada pula rumah produksi bersama yang dirancang menyerupai pabrik modern.

“Jadi dengan dua pendekatan itu mudah-mudahan nanti akan muncul UMKM-UMKM yang produknya bisa bersaing dengan industri,” kata Teten.

Terkait rumah produksi bersama, Teten menjelaskan bahwa di tahun 2023 ada delapan rumah produksi yang dibangun sebagai pilot project, dengan biaya pembangunan sekitar 12 sampai 15 miliar rupiah per unitnya.

Ditargetkan pada akhir 2023 ini rumah produksi sudah dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara merata di seluruh Indonesia.

“Itu bagian dari upaya kita untuk menyiapkan UMKM-nya, produknya berkualitas, lebih variatif, punya daya saing global,” pungkas Teten. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: PLUTPLUT JabarPLUT Kabupaten BandungPusat Layanan Usaha Terpadu


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.