BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P-1 Universitas Pasundan menyelenggarakan “Workshop Penyesuaian Kurikulum Prodi dengan Skema Sertifikasi pada LSP-P1 Unpas” di Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari, Kamis (1/2/2024).
Workshop dibuka langsung oleh Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., didampingi Warek Bidang Belmawabud Prof. Dr. Cartono, M.Pd., M.T. dan menghadirkan narasumber Master Asesor BNSP Dr. Ir. Nes Yandri Kahar, M.Si.
LSP-P1 Unpas mengadakan workshop ini bertujuan untuk mendukung program studi dalam mencapai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang sudah ditetapkan agar selaras dengan KKNI dan kebutuhan pengguna lulusan,
Dilansir dari unpas.ac.id, ketatnya persaingan di dunia kerja, di samping pencapaian akademik yang dibuktikan dengan ijazah, lulusan perguruan tinggi kini dituntut memiliki kompetensi tambahan yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi/profesi. Di Unpas, sertifikat tersebut dapat diperoleh melalui uji kompetensi dari 13 skema yang tersedia di LSP P-1 Unpas dan telah terverifikasi BNSP.
Skema yang ditawarkan yaitu pengendalian kualitas sistem manufaktur, tenaga marketing, analis SDM, perencanaan dan pengendalian produksi, pengelolaan biaya per unit produk (budgeting), personel K3, kewirausahaan industri, analis kebijakan publik, fasilitator pemberdayaan masyarakat, pengendalian keamanan pangan pada proses produksi, pengelolaan rantai pasok, software engineer, dan asisten produser.
Menurut Ketua Pelaksana Workshop Dr. Mimi Halimah, M.Pd., ke-13 skema yang ada diharapkan dapat mengakomodasi kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja dan memberikan nilai tambah selain ijazah, sehingga lulusan Unpas bisa bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain.
“Penting bagi perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusan yang berdaya saing, kompeten, dan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi. Teknologi yang semakin berkembang, ditambah kemunculan AI mendorong otomatisasi pada pekerjaan yang sifatnya rutin dan berulang, sehingga mengakibatkan hilangnya pekerjaan individu di bidang tersebut,” terangnya.
Untuk itu, Rektor Unpas Prof. Azhar menekankan, LSP-P1 Unpas perlu dipotimalkan agar bisa memberikan kontribusi pada penjaminan mutu dan penyiapan lulusan. “LSP-P1 Unpas punya peran penting, tapi belum dioptimalkan dengan baik. Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis dalam optimalisasi peran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P-1 Unpas dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompleks,” jelasnya.
Pentingnya Penetapan Kurikulum dan Standar Kompetensi
Terkait workshop, Ketua LSP-P1 Unpas Ir. Erwin Maulana Pribadi, M.T., IPM. menjelaskan, penetapan kurikulum dan standar kompetensi dinilai penting sebagai patokan dalam rumusan capaian pembelajaran.
“Tuntutan kompetensi di dunia kerja pada suatu jabatan tertentu harus sama dengan capaian pembelajaran prodi. Dengan demikian, kompetensi lulusan dapat memenuhi harapan dunia kerja,” katanya.
Selanjutnya, Master Asesor BNSP Dr. Ir. Nes Yandri Kahar, M.Si. menjelaskan tentang pengembangan kurikulum yang dimulai dari perancangan kurikulum (menentukan profil lulusan dan capaian pembelajaran, memilih bahan kajian dan menentukan bobot, menyusun mata kuliah dan menentukan SKS), perancangan pembelajaran, evaluasi program pembelajaran, perancangan ulang kurikulum, dan membuat dokumen kurikulum. (*/ran)







