CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Komunitas Tionghoa Kembangkan Inovasi Pengolahan Sampah

Hanna Hanifah
24 Mei 2024
inovasi pengolahan sampah

Komunitas Tionghoa Kota Bandung telah mengembangkan inovasi dalam pengolahan sampah dengan menggunakan alat yang disebut Nawasena. (foto: https://www.bandung.go.id/news/read/9486/komunitas-tionghoa-kota-kota-bandung-gagas-mesin-pengolah-sampah-nawas)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Komunitas Tionghoa Kota Bandung telah mengembangkan inovasi dalam pengolahan sampah dengan menggunakan alat yang disebut Nawasena.

Bersama sejumlah ahli mesin, mereka menciptakan mesin inovasi pengolahan sampah yang mampu mengolah sampah residu dan non-residu tanpa perlu dipilah terlebih dahulu.

Dilansir dari situs resmi Pemkot Bandung, Jumat (24/5/2024), cara kerja alat Nawasena melibatkan pengisian sampah organik dan plastik langsung ke dalam alat pencacah, yang kemudian menghasilkan cacahan kecil.

Cacahan sampah ini dicampur dengan tepung tapioka dan zat adiktif seperti serbuk pakan ikan. Campuran ini kemudian dimasukkan ke alat lain untuk dibuat menjadi briket.

Baca juga:   Tingkatkan Layanan, Pemkot Bandung Bakal Fasilitasi Sarana Ombudsman

Briket hasil olahan ini telah diuji sebagai bahan bakar untuk kompor khusus yang dilengkapi dengan booster air tawar.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa api yang dihasilkan dari briket ini tidak berbau, dan mampu mendidihkan air hanya dalam waktu tiga menit.

Teknisi Mesin Nawasena, Yaya Suhaya, menyebut bahwa beberapa daerah lain, seperti Indramayu, sudah menggunakan mesin pengolah sampah ini, dengan Indramayu dilaporkan memesan enam set alat tersebut.

Baca juga:   DPRD Kota Bandung Tengah Bahas Raperda Penataan dan Pembinaan PKL

Selain mesin pengolah sampah residu, Yaya juga memperkenalkan mesin kompor Biomas, yang memanfaatkan sampah kayu dan daun sebagai bahan bakar. Ia menyatakan bahwa banyak pabrik di Indramayu dan daerah lainnya telah menggunakan kompor ini.

Ketua Duta Toleransi Kota Bandung, Tan Tjong Boe, menyebut bahwa pengolahan sampah menjadi briket ini memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan, serta menawarkan solusi alternatif untuk masalah sampah di Kota Bandung.

“Mesin ini kami beri nama Nawasena, dan bisa mengolah sampah organik dan residu 3 ton per 7 jam,” ujar Tan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: inovasi pengolahan sampahkomunitas tionghoa bandung


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.