CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Upaya Mengurangi Emisi Gas, BMKG Bangun Menara Gas Rumah Kaca

Hanna Hanifah
19 Juli 2024
emisi gas rumah kaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca untuk memperlambat perubahan iklim global. (foto: BMKG https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=tahan-laju-perubahan-iklim-global-bmkg-resmikan-tower-pemantau-gas-rumah-kaca-sebagai-langkah-nyata&tag=&lang=ID)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca untuk memperlambat perubahan iklim global.

Salah satu upaya tersebut adalah pembangunan menara gas rumah kaca (GRK) beserta pos pemantauan GRK di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini juga merupakan dukungan BMKG untuk menyediakan data yang lebih akurat demi mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.

“BMKG sedang mengembangkan program Global Greenhouse Gas Watch (G3W) dan Integrated Global Greenhouse Gas Information System (IG3IS) untuk membantu mengurangi emisi dan meningkatkan penyerapan gas rumah kaca berdasarkan observasi dan sains terkini. Implementasi kedua program ini diwujudkan melalui pembangunan menara untuk mengamati gas rumah kaca, yang hasilnya akan dihitung menggunakan model kimia atmosfer,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam peresmian Menara GRK setinggi 100 meter di Jambi, Kamis (18/7/2024) kemarin, dilansir dari situs resmi BMKG.

Baca juga:   Guna Optimalkan Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana, Pemerintah Usulkan Perpanjang IDRIP

Peresmian Menara 100 meter Pemantauan GRK Terintegrasi yang berlokasi di Stasiun Klimatologi Jambi tersebut dihadiri secara daring oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanthi, dan Direktur Lingkungan Hidup – Bappenas, Priyanto Rohmattullah.

Peluncuran Menara 100 meter Pemantauan GRK Terintegrasi di Jambi juga menjadi acara puncak dari rangkaian peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Hari MKG) ke-77 serta kegiatan menyambut HUT ke-79 Republik Indonesia.

Baca juga:   Hujan Lebat Diprediksi Akan Terjadi di Jawa Barat

Sebagai informasi, program Global Greenhouse Gas Watch (G3W) dan Integrated Global Greenhouse Gas Information System (IG3IS) diinisiasi oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), bertujuan untuk memantau dan melaporkan konsentrasi dan fluks gas rumah kaca secara global.

Program ini memberikan informasi komprehensif tentang siklus GRK di atmosfer dan permukaan Bumi, sehingga prediksi iklim masa depan dapat dilakukan dengan lebih baik.

Menurut Dwikorita, perubahan iklim semakin mengkhawatirkan dan memicu dampak yang lebih luas, terlihat dari berbagai peristiwa alam terkait iklim seperti suhu udara yang lebih panas, terganggunya siklus hidrologi, dan maraknya bencana hidrometeorologi di berbagai belahan dunia.

Baca juga:   BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih konsisten dari seluruh negara untuk memperlambat laju perubahan iklim.

Dwikorita mengatakan bahwa dalam Global Risks Perception Survey (GRPS) 2024 yang dirilis World Economic Forum, terungkap bahwa ancaman risiko yang paling dikhawatirkan responden adalah cuaca ekstrem yang berimbas pada ketidakpastian global karena mengganggu rantai pasok barang dan sumber daya penting, seperti makanan dan energi. Kekhawatiran terhadap cuaca ekstrem ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kekhawatiran terhadap misinformasi dan disinformasi akibat artificial intelligence (AI), polarisasi sosial dan politik, krisis biaya hidup, serangan siber, pelemahan ekonomi, dan lain sebagainya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: BMKGemisi gas rumah kacagas rumah kacaMenara GRKnet zero emission


Related Posts

hujan ringan bmkg
HEADLINE

BMKG Sebut Mayoritas Kota Besar Indonesia Berpotensi Hujan Ringan

6 Mei 2026
BMKG hujan lebat
HEADLINE

BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Landa Indonesia

5 Mei 2026
hujan lebat bmkg
HEADLINE

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Kota Besar

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.