CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKESEHATAN

Ternyata Meskipun Terlihat Sehat, Merokok Tetap Berbahaya Lho!

Hanna Hanifah
18 Agustus 2024
merokok

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Mega Febrianora, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, CRFC, mengingatkan bahwa meskipun orang yang merokok terlihat sehat, mereka tetap berisiko terkena penyakit. (foto: Antara https://jabar.antaranews.com/berita/534927/dokter-spesialis-jantung-perokok-yang-tampak-sehat-masih-berisiko-kena-penyakit?page=all)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Mega Febrianora, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, CRFC, mengingatkan bahwa meskipun orang yang merokok terlihat sehat, mereka tetap berisiko terkena penyakit.

Menurut Mega, kondisi fisik yang tampak baik dari luar tidak dapat dijadikan alasan untuk terus merokok.

“Kesadaran untuk melakukan skrining kesehatan sering kali sangat rendah. Sering kali, seseorang meninggal dan dianggap sebagai bagian dari takdir, padahal mereka mungkin menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung yang disebabkan oleh merokok,” ujar Mega dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Jumat (16/8/2024) lalu, dikutip dari Antara News.

Baca juga:   PJ Wali Kota Bandung Lepas Pendonor Darah Berprestasi untuk Penghargaan Nasional

Mega menegaskan bahwa tidak ada jurnal kesehatan yang menyatakan bahwa merokok aman atau baik untuk tubuh.

Banyak perokok yang menggunakan alasan bahwa orang tua mereka, seperti ayah atau kakek, yang juga perokok, tampak sehat, sehingga mereka merasa merokok tidak berbahaya.

Mega menjelaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme kompensasi yang sangat baik. Ini berarti bahwa ketika seseorang terkena penyakit, tubuh tidak langsung menunjukkan gejala berat.

Baca juga:   Ini Tantangan pada Pekan Imunisasi Dunia di Jabar

Misalnya, gejala penyakit jantung sering kali tidak langsung menyebabkan kematian, tetapi bisa berupa kelelahan saat melakukan aktivitas fisik ringan, seperti naik tangga.

Gejala ini sering dianggap sebagai akibat dari penuaan dan diabaikan.

Mega mengimbau para remaja untuk tidak menormalisasi kebiasaan merokok, baik rokok konvensional maupun elektrik.

Selain membahayakan diri sendiri, merokok juga berdampak pada orang di sekitar, karena zat-zat berbahaya dari rokok dapat menempel pada pakaian dan terhirup oleh orang lain. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: merokokmerokok berbahayapenyakit merokokperokok sehat


Related Posts

Tak Terima Ditegur Merokok saat Bulan Puasa, Remaja Tanggung Bakar Pesantren
HEADLINE

Tak Terima Ditegur Merokok saat Bulan Puasa, Remaja Tanggung Bakar Pesantren

7 April 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.