CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Seminar Ketahanan Pangan Kolaborasi PTDI, Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar, Unpas dan Media

Yatti Chahyati
22 Agustus 2024
PTDI seminar sorgum dengan Unpas

Prof. Dr. Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si, dari Unpas memaparkan materi tentang Sorgum dalam Seminar Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) yang digelar PTDI, Kamis (22/8/2024). (Foto : tie/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

PTDI seminar sorgum dengan Unpas Ketahanan Pangan

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dalam rangka HUT PT Dirgantara Indonesia (PTDI)  ke-48 digelar Seminar Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL)

bertajuk “Kolaborasi Mewujudkan Ketahanan Pangan, Energi Baru Terbarukan dan Pelestarian Lingkungan”

sebagai kolaborasi pentahelix, yang di laksanakan di Gedung Dirgantara 2, PTDI Bandung, Kamis(22/8/2024).

PTDI seminar sorgum dengan Unpas Ketahanan Pangan

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan mengatakan, seminar tersebut bagian dari rangkaian

HUT PT Dirgantara ke-48, serta menjadi bagian dari dedikasi PT Dirgantara Indonesia untuk masyarakat dan lingkungan.

“Dan kolaborasi kita kali ini antara PTDI dengan perguruan tinggi yakni Unpas (Universitas Pasundan) dengan Direktif Bahan Ketahanan Pangan Nasional dan Pemprov Jabar,

sebagai upaya untuk mewujudkan Ketahanan Pangan dan Energi. Dan ini menjadi bagian dedikasi PTDI untuk

masyarakat dan lingkungan, dan sekarang yang diangkat adalah program dan kolaborasi ketahanan pangan,” jelas Gita.

Ditambahkannya, sejauh ini PTDI sudah melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dengan objek sorgum dan dilakukan di PTDI sebagai industri sebagai industri yang bergelut dengan teknologi dan rekayasa.

“Dan kami memberikan sumbangsih dan tanggungjawab kepada masyarakat dan lingkungan untuk melakukan desain dan moderanisasi terhadap pengolahan Sorgum. Sementara Unpas dari perguruan tinggi,

memiliki knowledge tentang Sorgum, serta Unpas memiliki Gapoktan binaannya. Ada juga dari Badan Ketahanan

Baca juga:   Seminar Deep Learning Pembelajaran Bahasa Indonesia Kolaborasi Inspiratif MPBSI dan Guru Bandung

Pangan, yang memberikan direktif kepada kita, bagaimana itu menjadi bagian dari bagian ketahanan pangan.

Sedangkan Pemprov Jabar dan nanti bersama dengan Paguyuban Pasundan akan mulai kita jajaki untuk kolaborasi Sorgum ini. Sehingga ini adalah suatu bentuk kolaborasi ketahanan pangan,” paparnya.

Ia berharap, dengan seminar kolaborasi itu bisa menjadi speed up agar ide-ide ketahanan pangan tersebut bisa segera terwujud, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jabar khususnya dan nasional kedepannya.

Edukasi Aneka Ragam Konsumsi Pangan 

Sementara itu, dari Badan Pangan Nasional, yaitu Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan,

Rinna Syawal, mengatakan, Badan Pangan Nasional salah satu tugasnya yakni bagaimana menganeka ragamkan konsumsi pangan masyarakat.

“Jadi kenyang engga harus nasi, itu adalah salah satu edukasi mengubah maindset masyarakat. Bahwa yang namanya pangan kita tidak hanya satu komoditas, namun, kita sudah punya punya potensi yang luar biasa,

baik itu sumber karbohidrat, sumber protein vitamin dan mineral. Dan sekarang yang dibahas adalah sorgum adalah sumber pangan yang bisa kita optimalkan,” jelasnya, yang juga menjadi keynote speaker dalam seminar.

Menurutnya, untuk mengubah maindset itu memang harus dilakukan secara keseluruhan dari hulu sampai hilir,

“Jadi memang harus end to end, karena yang susah itu bagaiaman mengubah maindset kenyang engga harus nasi. Bukan menggantikan nasi, untuk tidak dikonsumsi, namun bagaimana menganekaragamkan,” tegasnya.

Baca juga:   25 Mahasiswa JBNU Korea Dan 9 Mahasiswa Unpas Tuntaskan Summer Joint Volunteer
PTDI seminar sorgum dengan Unpas
PTDI seminar sorgum dengan Unpas

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Siti Rochani menyebutkan jika salah satu PR di kedinasannya yakni bagaimana ketahanan pangan di Jabar.

“kami sangat apresiasi terhadap kegiatan seminar ini ternyata kolaborasi dari mulai pusat, provinsi daerah serta stakeholder PTDI, Perguruan Tinggi dan Organisasi masyarakat dan media massa,

itu harus berkolaborasi dan akan menjadi salah satu bahan kami di DKPP khususnya di ketahanan pangan.

Dan sorgum itu ternyata bukan hanya food tapi feed, karena bukan hanya bisa dimakan, namun juga ampasnya bisa menjadi pakan ternak jadi tidak ada yang terbuang,” akunya.

Ia menambahkan, jika kerjasama dengan PTDI untuk riset dan teknologinya akan dilakukan Pemorv Jabar,

agar banyak berinteraksi dan mengkampanyekan kepada masyarakat, bagaimana supaya tidak harus makanan pokok itu selalu nasi, saja namun bisa dengan berbagai produk yang lain.

Salah satu pemicara dalam seminar yakni Prof. Dr. Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si, dari Unpas mengatakan, pihaknya sudah mengembangkan sorgum, hampir delapan tahun.

PTDI seminar sorgum dengan Unpas
PTDI seminar sorgum dengan Unpas

“Sejauh ini mulai tahun kemarin sampai sekarang program sorgum kita sudah mulai diimplementasikan ke masyarakat, dan lokasinya di PTDI ada Sorgum center, dan juga kami bekerjasama dengan Pemkot Bandung,

Baca juga:   PASTV : Sekelompok Massa Merusak Saat May Day

khususnya Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandung yang menyediakan lahan 1,5 hektar dan rencananya tahun depan 5 hektar khusus pengembangan sorgum,” paparnya.

Dosen Fakultas Teknik Unpas tersebut mengatakan kedepan Pemkot Bandung bukan hanya menyediakan lahan sorgum, namun juga tempat industrinya.

“Tapi masih skala mini plant, belum bisa industri besar, karena produksi kami masih terbatas,” jelasnya.

Ia mengatakan sorgum bisa menjadi salah satu soulsi ditengah makin sempitnya lahan pertanian khususnya di Perkotaan termasuk Kota Bandung,

“Sorgum memang bisa menjadi solusi, karena Sorgum ini bisa ditanam di lahan yang tidak produktif, seperti yang sekarang dilakukan di Sekemala Kota Bandung,

itu adalah lahan tidak produktif dan itu kami tanam dan hasilnya bagus. Jadi biarkan saja lahan produktif padi tetap menjadi lahan padi, namun lahan tidak produktif bisa kita gunakan untuk Sorgum,” tutupnya.

Sedangkan pembicara dalam seminar tersebut yakni Manager TJSL PTDI, Kerry Apriawan, Kepala Desa Panjalu, Yuyus Surya Adinegara,

Guru Besar Teknologi Pangan dan Ketua Sorghum Center Universitas Pasundan, Wisnu Cahyadi, serta keynote speaker dari Badan Pangan Nasional, yaitu Direktur Penganekaragaman & Konsumsi Pangan, Rinna Syawal

dan dari Pemerintah Daerah, yaitu Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Peternakan Provinsi Jawa Barat, Siti Rochani. (tie)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Ketahanan PanganpasudanPT dirgantarasorgumuniversitas pasundanunpas


Related Posts

IKA Unpas 2026
HEADLINE

Dr. Nenden Euis Sri Mulyati Terpilih Menjadi Ketua IKA Unpas 2026–2031

10 Mei 2026
Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.