CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Wamenkes: Indonesia Butuh 120 Ribu Dokter Baru untuk Capai Rasio WHO

Hanna Hanifah
18 September 2024
dokter indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof dr Dante Saksono Harbuwono Sp PD-KEMD Ph D saat memberikan keterangan terkait tranformasi layanan kesehatan di konferensi Hospital Management Asia (HMA) 2024 di Nusa Dua, Bali, Rabu (28/8/2024). (foto: Antara https://jabar.antaranews.com/berita/543859/indonesia-masih-kekurangan-120-ribu-dokter-umum)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengalami kekurangan 120 ribu dokter umum sesuai rasio ideal yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Saat ini jumlah dokter umum yang ada di Indonesia sekitar 150 ribu orang, kita masih kekurangan 120 ribu orang lagi, karena rasio yang diharapkan dicapai oleh WHO adalah satu dokter untuk 1.000 penduduk, sedangkan saat ini, pendidikan dokter umum yang diproduksi oleh fakultas kedokteran di Indonesia, satu tahun rata-rata hanya menghasilkan 12.000 orang,” kata Dante dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang berlangsung secara daring di Jakarta pada Selasa (17/9/2024), dilansir dari Antara.

Baca juga:   CKG 2026 Diperluas, Pasien Langsung Dapat Penanganan Gratis

Dante menekankan bahwa jika situasi ini tidak didukung oleh kebijakan politik maupun program pemerintah, maka kebutuhan akan tambahan 120 ribu dokter baru baru bisa tercapai dalam waktu 10 tahun ke depan.

“Oleh karena itu, yang kita lakukan, pertama yakni membuka kuota sebesar-besarnya untuk pendidikan dokter umum sehingga jumlah penerimaannya lebih banyak. Kedua, membuka fakultas kedokteran baru dengan sistem academic health survey,” jelasnya.

Baca juga:   PUPR Izinkan Penggunaan GBLA untuk Persib, Renovasi Masih Berlanjut

Selain itu, Dante menambahkan, langkah ketiga adalah memberikan beasiswa kepada putra-putri terbaik di daerah untuk melanjutkan pendidikan dokter di institusi yang menyediakan pendidikan dokter, dengan kewajiban untuk kembali dan mengabdi ke daerah asal mereka.

Dalam hal kebutuhan dokter spesialis, Dante juga mengutip data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menunjukkan bahwa rasio dokter spesialis, yakni sekitar 0,30 per 1.000 penduduk, masih belum mencukupi kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Untuk dokter spesialis, kita juga masih menghadapi penyebaran yang belum merata di seluruh Indonesia, karena 59 persen dokter spesialis masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga kita melakukan kegiatan untuk memberikan beasiswa dengan sistem afirmasi kepada dokter-dokter terbaik di daerah dengan skema LPDP dan bantuan beasiswa Kemenkes,” tambahnya.

Baca juga:   Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN Bio Farma Hampir Selesai

Dante juga menjelaskan bahwa setiap tahun, Kemenkes mengeluarkan sekitar 3.000 beasiswa melalui LPDP untuk mendukung biaya hidup dan pendidikan dokter umum yang melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis, dengan syarat mereka harus kembali ke daerah mereka untuk mengabdi dan bekerja sebagai dokter spesialis. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: dokter di indonesiadokter umumkemenkes


Related Posts

CKG 2026
HEADLINE

CKG 2026 Diperluas, Pasien Langsung Dapat Penanganan Gratis

24 Januari 2026
Lebih dari 55 juta anak Indonesia mengalami gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi. Kemenkes luncurkan Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030 untuk cegah kebutaan dan perluas layanan Vision Center di seluruh Indonesia. (Uby)
HEADLINE

55 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Penglihatan, Kemenkes Wanti-Wanti Bahaya Kebutaan Sejak Dini

9 Oktober 2025
peretasan situs PeduliLindungi
HEADLINE

Respons Kemenkes soal Dugaan Peretasan Situs PeduliLindungi

20 Mei 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.