CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Citarum Harum: Kualitas Air Jatiluhur Membaik, Wisata Meningkat

Putri
25 September 2024
Citarum Harum

Perbaikan kualitas air di Bendungan Jatiluhur, yang dilakukan oleh Sektor 14 Satgas Citarum Harum, telah menunjukkan hasil positif. (foto: put/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Perbaikan kualitas air di Bendungan Jatiluhur, yang dilakukan oleh Sektor 14 Satgas Citarum Harum, telah menunjukkan hasil positif berkat upaya sosialisasi kepada warga sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Sedikit demi sedikit, kualitas air di bendungan tersebut semakin membaik.

“Awalnya, kualitas air di Bendungan Jatiluhur tidak baik. Padahal, bendungan ini sangat penting bagi kebutuhan hidup warga Kabupaten Purwakarta dan sekitarnya, termasuk pasokan listrik untuk warga Jakarta,” ujar Komandan Sektor 14 Citarum Harum, Kolonel Czi Bambang Prasetyo, S.E.

Program Citarum Harum merupakan inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan untuk membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, yang membentang dari Kabupaten Bandung (Situ Cisanti) hingga Kabupaten Karawang (Muara Gembong).

“Kami, khususnya TNI, ikut membantu membersihkan dan menyosialisasikan pentingnya kebersihan serta kelestarian lingkungan di sekitar DAS Citarum,” tambahnya.

Baca juga:   Citarum Harum Juara, Gotong Royong Semua Warga Jabar

Di Kabupaten Purwakarta, upaya pembersihan ini terkonsentrasi di Bendungan Jatiluhur dan sekitarnya, yang meliputi lima kecamatan: Jatiluhur, Sukasari, Sukatani, Maniis, dan Tegalwaru. Salah satu tugas utama Satgas Citarum Harum adalah menertibkan keramba jaring apung (KJA). Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 96 tahun 2022 tentang Tata Kelola KJA di Waduk Cirata, Waduk Saguling, dan Waduk Jatiluhur, jumlah KJA di kawasan Jatiluhur seharusnya tidak melebihi 11.306 petak.

“Namun, kenyataannya ada 46.494 petak KJA, yang berdampak buruk pada kualitas air. Padahal, air Waduk Jatiluhur digunakan untuk PDAM, irigasi, PLTA, dan kebutuhan lainnya,” jelas Bambang.

Satgas Citarum Harum telah melakukan empat langkah untuk mengurangi jumlah KJA, yaitu sosialisasi, pendataan, penertiban, dan patroli. Berkat upaya ini, jumlah KJA yang semula mencapai 46.494 petak kini berkurang menjadi sekitar 11.000 petak.

Baca juga:   Prediksi Persebaya vs Persib: Ujian Konsistensi Sang Pemuncak di Gelora Bung Tomo

“Patroli rutin dilakukan untuk mencegah munculnya KJA baru setelah penertiban,” tambahnya.

Di sisi lain, Satgas Citarum Harum juga aktif memberikan sosialisasi kepada warga agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Diharapkan, kesadaran masyarakat yang semakin meningkat ini akan membudaya, sehingga kualitas air Bendungan Jatiluhur pun terus membaik.

Kualitas Air Bendungan Semakin Baik

Salah seorang relawan yang turut mengelola kawasan Jatiluhur, Pendi, mengungkapkan bahwa kualitas air di bendungan tersebut telah mengalami peningkatan sejak adanya Program Citarum Harum.

“Sebelumnya, kondisi air tidak terlalu baik. Sekarang jauh lebih bersih,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah KJA semakin tertib, berkat sosialisasi yang dilakukan secara rutin oleh Satgas.

Pendi menambahkan, perbaikan kualitas air ini juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata di kawasan Bendungan Jatiluhur, yang pada gilirannya dapat membantu perekonomian warga sekitar. Banyak investor swasta yang kini berinvestasi di kawasan ini, menciptakan berbagai spot wisata baru.

Baca juga:   Tragedi di Garut, KDM Siap Bertanggung Jawab!

Beberapa spot wisata yang bisa dinikmati di Waduk Jatiluhur di antaranya adalah Istora Resto and Cafe Jatiluhur Valley Resort dan Floating Cafe, yang menjadi destinasi wisata baru.

Ada juga fasilitas “cafe camp” untuk wisata keluarga yang ingin menginap, serta wisata outbond yang disediakan secara bundling.

“Sekarang banyak wisatawan yang datang ke Waduk Jatiluhur, terutama setelah adanya wahana baru yang dikembangkan oleh investor luar,” tutur Pendi.

Ia berharap Program Citarum Harum dapat terus berlanjut, agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan.

Dengan begitu, lingkungan akan lebih terjaga dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga sekitar. (adv/put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Bendungan Jatiluhurcitarum harum


Related Posts

program citarum harum
PASJABAR

Citarum Harum 10 Bulan Lagi, Gubernur Jabar Maksimalkan Program

30 Mei 2024
Aksi Menolak Perpanjangan Program Citarum Harum
HEADLINE

Aksi Menolak Perpanjangan Program Citarum Harum

22 Mei 2024
Ratusan KK Terdampak Penggusuran Program Citarum Harum
PASBANDUNG

Ratusan KK Terdampak Penggusuran Program Citarum Harum

5 September 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.