CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Equinox Melintasi Indonesia, BMKG: Sinar Matahari Terasa Lebih Terik

Hanna Hanifah
27 September 2024
Equinox

BMKG menyampaikan bahwa Indonesia akan mengalami pengaruh variasi suhu sebagai akibat dari fenomena astronomi Equinox, yang terjadi dua kali dalam setahun. (foto: Antara https://jabar.antaranews.com/berita/546139/indonesia-rasakan-fenomena-equinox-dua-kali-dalam-setahun)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Indonesia akan mengalami pengaruh variasi suhu sebagai akibat dari fenomena astronomi Equinox, yang terjadi dua kali dalam setahun.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (26/9/2024), dilansir dari Antara, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi pada tanggal 21 Maret dan 23 September setiap tahunnya.

“Saat periode tersebut, salah satu konsekuensinya membuat sinar matahari bersinar optimal di wilayah khatulistiwa. Sehingga terasa lebih terik,” ujarnya.

Baca juga:   21 Anak jadi Korban Prostitusi oleh Mucikari FEA

Guswanto menambahkan bahwa fenomena Equinox merupakan kejadian yang normal dan akan terus berulang dua kali setiap tahun.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang berada di garis khatulistiwa, dapat merasakan dampaknya.

Karena titik semu matahari berada di posisi yang melintasi garis khatulistiwa selama fenomena ini berlangsung.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa fenomena Equinox tidak akan menyebabkan peningkatan suhu udara yang signifikan atau ekstrem.

Baca juga:   Hengky Kurniawan 'Hibahkan' Rumah untuk Tim Medis Corona

Serta tidak akan mengubah musim secara permanen di Indonesia.

Menurut Guswanto, hasil pengamatan BMKG sebelum dan sesudah periode Equinox menunjukkan bahwa variasi suhu harian, baik suhu maksimum pada siang hari maupun suhu minimum pada malam hari, cenderung berada dalam kondisi normal.

Sebagai contoh, Guswanto menyebutkan bahwa pengamatan dari Stasiun Meteorologi di Semarang menunjukkan suhu maksimum pada siang hari.

Baca juga:   Tren Pariwisata Indonesia Mengarah Pada Kualitas dan Berkelanjutan

Yakni berkisar antara 36,2 hingga 36,6 derajat Celsius selama bulan Agustus hingga September.

Di waktu yang sama, pengamatan di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, mencatat suhu minimum sekitar 12,9 derajat Celsius, sedangkan di wilayah Jaya Wijaya, Papua, suhu minimum berkisar sekitar 15 derajat Celsius. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Equinoxfenomena Equinoxmatahari terik


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.