CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pemkot Bandung Dorong Pengurangan Sampah di Pasar Tradisional

Budi Arif
15 Oktober 2024
sampah pasar

Pemkot Bandung terus berupaya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di pasar tradisional, khususnya dengan memperkuat pengelolaan sampah di TPS. (foto: rif/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di pasar tradisional, khususnya dengan memperkuat pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terutama TPA Sarimukti yang saat ini kondisinya semakin kritis.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara, meninjau langsung pengelolaan sampah di TPS Pasar Sederhana, Bandung, sebagai bagian dari upaya ini.

Baca juga:   143 Kios Selesai Dibangun pada Revitalisasi Pasar Rakyat Baleendah

Koswara menegaskan bahwa pasar tradisional harus berperan aktif dalam mengurangi sampah dengan memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang ke TPA.

“Kami meminta agar pasar tradisional mengolah sampah terlebih dahulu, sehingga yang dibawa ke TPA hanya residu, maksimal 30 persen dari total sampah,” ujar Koswara.

Saat ini, Kota Bandung menghasilkan sekitar 90 meter kubik sampah per hari dari seluruh pasar tradisional.

Baca juga:   Sambutan Positif Pemain Persib Bandung untuk Luis Milla

Koswara mengungkapkan pentingnya solusi penanganan sampah dari sumbernya untuk mengurangi beban TPA Sarimukti.

“Di lingkungan kelurahan atau RW, tingkat residu bisa ditekan hingga 11 persen. Artinya, kalau pengelolaan sampah dari sumbernya dilakukan dengan baik, pengurangan sampah ke TPA bisa lebih signifikan,” katanya.

Koswara juga menyebutkan beberapa program pengelolaan sampah yang telah dijalankan Pemkot Bandung, termasuk maggot dan komposter di tingkat kelurahan.

Baca juga:   Pemkot Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

Namun, tantangannya adalah kurangnya integrasi di antara program-program tersebut.

“Program utama kita saat ini adalah memilah sampah dari sumbernya. Warga, kios, hingga pengelola pasar harus terlibat dalam pemilahan ini. Di Bandung sudah ada 383 RW yang menjadi Kawasan Bebas Sampah (KBS), dan itu menunjukkan langkah yang positif,” jelasnya. (rif)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: pasar tradisionalpemkot bandungTempat Pembuangan Sampah


Related Posts

PHBS
HEADLINE

Pemkot Bandung Fokuskan PHBS pada Sekolah dan Pola Makan

7 Mei 2026
Pemkot Bandung mempertimbangkan perpanjangan waktu seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung karena minimnya peminat akibat persyaratan ketat. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Pendaftaran Segera Ditutup, Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang

4 Mei 2026
darurat sampah
HEADLINE

Kuota Sarimukti Ditutup, Kota Bandung Masuk Masa Darurat Sampah

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.