CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

AI dalam Dunia Desain Grafis: Alat atau Pengganti?

Hanna Hanifah
17 Oktober 2024
AI Desain Grafis

Ilustrasi AI (Artificial intelligence). (foto: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kehadiran Artificial Intelligence atau AI dalam dunia desain grafis menimbulkan pertanyaan apakah teknologi ini dapat menggantikan peran desainer grafis.

Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pasundan, Rafly Rakarazi, S.Ds, mengungkapkan bahwa AI tidak bisa dihindari dan seharusnya dipandang sebagai sahabat bagi para desainer.

Menurut Rafly, kehadiran AI mirip dengan saat komputer pertama kali muncul, yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan desainer grafis dan arsitek.

Baca juga:   Luncurkan Inovasi AI, Nvidia dan AMD Panaskan Persaingan Chip Global

“Awalnya, banyak yang khawatir dengan kemunculan komputer, seperti halnya saat ini dengan AI,” ungkapnya, dilansir dari unpas.ac.id.

Ia juga mengibaratkan AI dengan peralihan dari kamera analog ke kamera digital, di mana meskipun ada kekhawatiran, banyak orang lebih memilih kamera digital karena kepraktisannya.

Rafly menjelaskan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu (tools) dalam proses kreatif, meskipun ia mengingatkan bahwa AI tidak memahami hak cipta dan hanya mampu melakukan plagiasi.

Baca juga:   Kominfo Siap Luncurkan Panduan Etik Penggunaan AI 

“AI tidak memiliki kekuatan untuk menciptakan karya seni yang benar-benar baru. Ia tidak bisa berimajinasi; AI hanya dapat meramu ide atau gambar yang sudah ada,” jelasnya.

Dengan kata lain, AI cenderung membuat kolase atau modifikasi dari hal-hal yang sudah ada. Rafly menekankan bahwa desainer dan seniman seharusnya tidak merasa terancam oleh kehadiran AI.

Menurutnya, saat ini AI masih berada pada tahap awal, yang lebih berfokus pada estetika seperti keindahan dan ketertarikan visual.

Baca juga:   Emil Sindir PLN Saat Peringati Hari Listrik Nasional

“Setiap kemajuan teknologi, termasuk AI, bertujuan untuk mempermudah dan menyempurnakan proses kreatif,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi keaslian dalam berkarya.

“Sebagai desainer atau seniman, jadilah yang berbeda, unik, dan autentik,” pesan Rafly.

Dengan cara ini, para profesional di bidang desain grafis dapat memanfaatkan AI tanpa kehilangan jati diri dan kreativitas mereka. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AIdesain grafis


Related Posts

GPT-5.5 Instant
HEADLINE

OpenAI Rilis GPT-5.5 Instant, Fokus pada Akurasi dan Konteks

6 Mei 2026
AI smart city
HEADLINE

Canggih, Polisi di Bandung Gunakan AI CCTV Smart City Pantau Arus Mudik

19 Maret 2026
prompt ramadhan
HEADLINE

Prompt Ramadhan di ChatGPT Indonesia Naik 85 Persen

27 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.