CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dedi Mulyadi Sampaikan Pembekalan Strategi Budaya Membangun Bangsa di Raker Paguyuban Pasundan

Yatti Chahyati
19 Oktober 2024
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi usai menyampaikan pembekalan untuk anggota Raker Paguyuban Pasundan, Sabtu(19/10/2024). (Foto : tie/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan, sekaligus Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pembekalan Strategi Budaya Membangun Bangsa dalam Raker Paguyuban Pasundan 2024, Sabtu (19/10/2024).

Pembekalan tersebut menjadi salah satu bagian dari Raker Paguyuban Pasundan hari kedua, yang dilaksanakan di Aula Mandalasaba Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera 41 Bandung, yang dilaksanakan dua hari Jumat-Sabtu(18-19/10/2024).

“Dalam kegiatan ini, saya diundang oleh pupuhu Paguyuban Pasundan, untuk menyampaikan pokok pikiran dan gagasan mengenai kosmologi sunda.”

“Sehingga cerita sunda itu bukan hanya dari sisi bahasa saja, tetapi nanti melahirkan peradaban yang juga memiliki watak peradaban yang sistem nilainya juga mengatur lingkup manusia,” jelasnya.

Dedi mencontohkan, pembangunan peradaan sunda itu bisa diterapkan dalam pertanian sunda, arsitektur sunda, sistem Pendidikan sunda, bahkan bagaimana tata Kelola rumah dalam sunda.

Baca juga:   Tips Lolos di Sekolah Impian Saat Penerimaan Peserta Didik Baru

“Semua sistem nilai itu yang akan memperkaya khasanah kenusantaraan, jadi kenusantaraan itu tidak homogen tapi beragam,” tuturnya.

Dedi juga meminta Pendidikan tinggi, yang berada di bawah lingkungan Paguyuban Pasundan melakukan  penelitian falsafah kesundaan.

“Selama ini, tidak ada yang melakukan penelitian falsafah kesundaan, karena tidak ada keberanian. Jadi dianggapnya falsafah kesundaan itu adalah bahasa dukun. Padahal, falsafah kesundaan itu adalah bahasa akademik pada masanya,” tegasnya.

Oleh karenanya, ia berharap nantinya perguruan tinggi di Pasundan akan banyak melakukan penelitian falasafah kesundaan, namun juga harus ada lab kebudayaan kesundaan, tentang manuskripnya, sejarahnya, apa cita-cita besar pembangunan sunda.

“Dan itu nanti diharapkan ada pemusatannya,” jelasnya.

Membangun Rasa Kesundaan

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof.Dr.H.M Didi Turmudzi M.Si menyebutkan, jika pembekalan untuk para anggota dan peserta Raker tersebut terkait dengan bagaimana starategi Budaya Membangun Bangsa oleh muatan lokal.

Baca juga:   Ridwan, Siswa SMK Pasundan 1 Cianjur yang Nekat Tolong Polisi Terbakar Saat Demo

“Tadi materinya cukup dalam dan bisa dipahami, sehingga kita berharap seluruh anggota paham, terutama terkait dengan bagaimana membangun rasa kesundaan”.

“Karena kadangkan rasa kesundaan itu yang sudah hilang saat ini,” tuturnya.

Didi Turmudzi
Ketua Umum Pb Paguyuban Pasundan Prof. Dr.H.M Didi Turmudzi M.Si.

Prof Didi menyebutkan Paguyuban Pasundan mencoba melakukan pendekatannya tidak hanya dengan budaya dalam membangun rasa kesundaan itu.

“Jadi bukan dengan pendekatan darah.”

Dicontohakan Prof Didi, yakni seperti Pahlawan Sunda yakni Dipatiukur itu adalah orang Jawa, yang berjuang ditatar Sunda dan mencintai Sunda dia adalah pahlawan sunda.

“Jadi nilai sunda itu tidak sempit, namun mengglobal karena  cirinya yakni Bahasa dan etika. Etika sunda itu ramah toleran dan itu yang dibangun sekarang,” tuturnya.

Baca juga:   Aweuhan Pasundan: Bagian II Sosial Budaya “Tantangan Semakin Berat”

Raker Paguyuban Pasundan

Pengurus Besar Paguyuban Pasundan menggelar rapat kerja (Raker) Paguyuban Pasundan bertema Transformasi Paguyuban Pasundan Menuju Indonesia Emas 2045.

Raker Paguyuban Pasundan diikuti seluruh cabang Paguyuban Pasundan dari seluruh Indonesia dan beberapa negara,

Seluruh pengurus PB Paguyuban Pasundan, Ketua YPDM, Ketua YPT, Rektor Unpas, Ketua STKIP Pasundan, Ketua STIE Pasundan dan STH Pasundan serta seluruh jajarannya.

Raker Paguyuban Pasundan dilaksanakan secara hybrid, selama dua hari, Jumat-Sabtu (18-19/10 /2024) di Aula Mandalasaba Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera 41 Bandung.

Raker hari terakhir ditutuo oleh Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr.H.M Didi Turmudzi M.Si, didampingi Dewan Pangaping Mayjen TNI (Purn) Deni K Irawan dan Dedi Mulyadi. (tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Dedi MulyadiDidi Tumudzipaguyuban pasundan


Related Posts

Sekolah Maung
HEADLINE

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

7 Mei 2026
kecelakaan kereta bekasi timur
HEADLINE

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

28 April 2026
Gaji Guru Honorer
HEADLINE

Gaji Guru Honorer Tertahan di Jabar, 3.823 Tenaga Pendidikan Belum Dibayar

25 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.