CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

DPR RI dan Pemkot Bandung Evaluasi PPDB dan Kurikulum Merdeka

Hanna Hanifah
21 November 2024
PPDB Kurikulum Merdeka

Pemkot Bandung dan Komisi X DPR RI pada Rabu (20/11/2024), bahas implementasi PPDB Zonasi, Kurikulum Merdeka, dan Asesmen Nasional. (foto: Pemkot Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota Bandung menerima kunjungan kerja spesifik dari Komisi X DPR RI pada Rabu (20/11/2024), untuk membahas isu-isu strategis di bidang pendidikan, termasuk implementasi PPDB Zonasi, Kurikulum Merdeka, dan Asesmen Nasional.

Pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Bandung ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah. Bersama sejumlah anggota DPR RI dan pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada akhir 2019, Program Merdeka Belajar telah memasuki 26 episode yang meliputi berbagai kebijakan transformasi pendidikan.

“Kurikulum ini bertujuan memberikan kebebasan kepada sekolah, guru, dan siswa, tetapi tantangan seperti ketimpangan kualitas guru, fasilitas pendidikan di daerah 3T, serta kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta masih harus diatasi,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Pemkot Bandung.

Baca juga:   SNBP 2026 Segera Dibuka, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Ia juga menyoroti kendala pada metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang belum sepenuhnya sejalan dengan sistem seleksi masuk perguruan tinggi.

Selain Kurikulum Merdeka, mengenai kebijakan PPDB Zonasi, Himmatul menambahkan, “Kebijakan ini telah mengalami lima kali perubahan sejak 2019, menunjukkan bahwa masih diperlukan penyempurnaan agar lebih efektif.”

Mengenai penggantian Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Nasional (AN) sejak 2021, ia menjelaskan bahwa AN dirancang untuk mengevaluasi literasi, numerasi, dan karakter siswa melalui metode yang berbeda.

“AN menilai satuan pendidikan melalui sampel siswa, berbeda dengan UN yang menilai seluruh siswa kelas akhir,” ungkapnya.

Baca juga:   Disdik Jabar Perpanjang PBM di Rumah Hingga 10 Juli, Ini SOP-nya

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pemerataan pendidikan.

“Kami mencatat bahwa pemerataan sarana pendidikan dan persepsi masyarakat tentang sekolah negeri dan swasta masih menjadi tantangan. Namun, melalui kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan, kami berupaya memberikan solusi terbaik,” katanya.

Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat

Koswara juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komisi X DPR RI. Kami percaya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat akan membawa dampak positif bagi pendidikan, khususnya untuk Kota Bandung,” ujarnya.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Tantan Santana, menyoroti bahwa anggaran pendidikan di Kota Bandung telah mencapai 26 persen dari APBD.

Baca juga:   Para Guru Dukung Kemendikbudristek Terapkan Kurikulum Merdeka Secara Nasional di 2024

“Kami telah melakukan berbagai langkah, seperti mengembangkan sistem terintegrasi, memberikan pelatihan bagi operator PPDB. Serta membangun aplikasi mobile untuk verifikasi titik koordinat. Namun, tantangan literasi digital masyarakat masih perlu diatasi,” jelasnya.

Terkait Kurikulum Merdeka, Tantan menyatakan bahwa pendekatan ini memberikan peluang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakat.

“Namun, implementasi ini membutuhkan evaluasi berkelanjutan, baik melalui rapor pendidikan, penilaian proyek penguatan profil pelajar Pancasila, maupun asesmen lainnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, kunjungan serupa juga dilakukan di Yogyakarta dan Surabaya untuk membahas isu strategis pendidikan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Kurikulum MerdekapendidikanPPDB zonasi


Related Posts

Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
peradilan militer
HEADLINE

Bayu Aji Widodo Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unpas, Soroti Independensi Peradilan Militer

21 April 2026
Menembus Batas, Menemukan Diri: Kisah Rike dari Bandung ke Amerika
PASKREATIF

Menembus Batas, Menemukan Diri: Kisah Rike dari Bandung ke Amerika

9 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.