CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bandung Catat 7.310 Kasus DBD, Dinkes Galakkan Gerakan PSM

Hanna Hanifah
7 Desember 2024
DBD bandung

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian. (foto: Pemkot Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian, mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam upaya pemberantasan demam berdarah dengue (DBD).

Hingga November 2024, Kota Bandung mencatat 7.310 kasus DBD, dengan faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab utamanya.

Genangan air akibat sampah yang tidak terangkut, terutama di musim hujan, menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Baca juga:   Hingga Minggu ke-23 di 2024, 799 Orang Meninggal Akibat Kasus DBD

“Jika sampah dibiarkan menumpuk, ditambah hujan setiap hari, maka potensi penyebaran DBD semakin besar,” kata Anhar, dilansir dari Pemkot Bandung.

Sebagai langkah preventif, Dinkes menggalakkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dan mendorong program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

“Kami dorong gerakan satu rumah satu jumantik. Jangan hanya mengandalkan petugas puskesmas. Di kantor-kantor juga perlu ada petugas khusus untuk memeriksa jentik nyamuk,” jelasnya.

Baca juga:   Maret yang Menyakitkan: Inter Milan Hanya Kantongi Satu Kemenangan Sepanjang Bulan

Dinkes juga telah menerapkan program Wolbachia di dua lokasi, yaitu Kecamatan Ujungberung dan Kiaracondong, sebagai upaya jangka panjang untuk mengendalikan populasi nyamuk pembawa virus DBD.

“Program Wolbachia ini insyaallah berjalan, tapi memang hasilnya jangka panjang, mungkin sampai 12 tahun lagi,” ujar Anhar.

Ia berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan deteksi dini untuk mencegah penyebaran DBD.

Baca juga:   Kunjungi Jabar, Paguyuban Pasundan Sumatera Barat Kuatkan Sinergi dan Kolaborasi

“Gerakan PSM dan jumantik harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan upaya bersama, kita bisa menekan angka kasus DBD di Kota Bandung,” ungkapnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: DBD bandungkasus DBDpemberantasan DBD


Related Posts

DBD di Bandung
HEADLINE

DBD di Bandung Diprediksi Naik 2026, Dinkes Imbau Perketat PSN 3M

11 Januari 2026
kasus DBD
PASKESEHATAN

Hingga Minggu ke-23 di 2024, 799 Orang Meninggal Akibat Kasus DBD

21 Juni 2024
Pemkot Bandung Siapkan Tiga Kuintal Bubuk Abate Tangani Kasus DBD
PASBANDUNG

Pemkot Bandung Siapkan Tiga Kuintal Bubuk Abate Tangani Kasus DBD

29 Maret 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.