BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Nama Nasi Goreng Mas Polo sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta kuliner Bandung, khususnya bagi mahasiswa Universitas Pasundan.
Warung sederhana yang berlokasi di kawasan Tamansari ini telah berhasil memikat lidah pelanggan sejak tahun 1995.
Memiliki lokasi yang strategis dan berada di dekat kampus, membuat warung ini sering dikunjungi oleh mahasiswa. Tidak hanya kalangan mahasiswa, banyak pekerja kantoran yang kerap mengunjungi tempat ini untuk menghilangkan rasa lapar.
Mas polo, sang pemilik, menceritakan awal mula ia merintis usaha ini. Berasal dari Solo, ia memutuskan untuk menetap di Bandung dan membuka warung nasi goreng.
Pilihan menu yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari nasi goreng, mie goreng, kwetiauw goreng, capcay, hingga mie tek-tek.
Namun, nasi goreng dan kwetiauw goreng menjadi primadona yang selalu diburu pelanggan.
“Banyak pelanggan yang bilang nasi goreng saya itu rasanya berbeda dengan yang lain,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hanna, salah satu mahasiswa yang menjadi pelanggan di Nasi Goreng Mas Polo.
“Aku biasanya pesan menu nasi goreng, dan rasanya cocok di lidah. Harganya juga terjangkau, dan posinya juga banyak,” tuturnya.
Selama menjalani usaha ini, Mas Polo dapat mengahasilkan 1-1,5 juta perhari. Mas Polo pun menuturkan bahwa selain dapat menghasilkan uang, ia juga dapat dapat berinteraksi langsung dengan pelangganya.
“Saya sering berbincang dengan pelanggan saya, seperti para mahasiswa, dan itu membuat saya senang,” jelasnya.
Adapun tantangan yang dihadapinya saat menggeluti usaha ini yaitu pada saat pandemi Covid-19. Seperti kebanyakan pelaku usaha kuliner lainnya, Mas Polo juga merasakan dampak pandemi Covid-19.
Salah satunya ialah penurunan jumlah pengunjung yang membuat usahanya sempat sepi.
“Dulu pada saat pandemi warung saya sepi, karena mahasiswa banyak yang kuliah online,” ungkapnya.
Ke depannya, Mas Polo berharap usahanya dapat terus berjalan dan semakin berkembang.
“Harapan saya sih bisa terus berjualan, dan usaha saya mendapat dukungan dari pemerintah,” pungkasnya. (imelda/diana)




