CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kebiasaan Nonton Maraton Bisa Picu Masalah Kesehatan

Hanna Hanifah
8 Februari 2025
Nonton Maraton

ilustrasi. (foto: freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kebiasaan nonton film atau serial drama secara maraton hingga lupa waktu bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut Dr. Rajiv Mehta, wakil pemimpin bagian psikiatri di Rumah Sakit Sir Ganga Ram, India, kemudahan mengakses tayangan di platform digital membuat banyak orang sulit berhenti menonton.

Sebagaimana dikutip dalam Hindustan Times, dilansir dari Antara, Dr. Mehta menjelaskan bahwa format serial yang dibuat dengan akhir cerita menggantung memicu rasa penasaran. Sehingga penonton terdorong untuk terus melanjutkan episode berikutnya.

Baca juga:   Pastv : Sarasehan IKA Pascasarjana Unpas

Kondisi ini semakin diperparah oleh aliran dopamin yang terus-menerus dilepaskan, membuat seseorang merasa senang dan memperkuat kebiasaan menonton tanpa henti.

“Bagi sebagian orang, menonton secara maraton menjadi cara untuk menghindari stres, kebosanan, atau emosi yang tidak diinginkan. Ada juga yang melakukannya karena tekanan sosial atau untuk validasi dari teman sebaya,” ujarnya.

Baca juga:   Timnas Irak Pede Hadapi Indonesia: “Kami Tak Pernah Sebegitu Termotivasi!

Dr. Mehta menyebut kebiasaan ini bisa mengganggu kehidupan pribadi, sosial, dan pekerjaan, bahkan menyerupai kecanduan jangka pendek.

Selain itu, menonton secara maraton juga berkontribusi pada gaya hidup sedentari, yang berdampak serius pada kesehatan.

“Begadang karena menonton bisa mengganggu pola tidur, menyebabkan kelelahan, gangguan fungsi kognitif, perubahan suasana hati, hingga menurunkan performa kerja,” jelasnya.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu lama menonton juga meningkatkan risiko obesitas, nyeri sendi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Baca juga:   Gawat.. Bandung Raya Siaga Satu, PTM Tak Jadi Digelar?

Dari sisi sosial, kebiasaan ini bisa memicu isolasi dan konflik keluarga. Bahkan, dalam beberapa kasus, dapat memperburuk kecemasan dan depresi.

Oleh karena itu, Dr. Mehta menyarankan agar seseorang lebih membatasi durasi menonton, menjaga pola tidur yang sehat, serta tetap meluangkan waktu untuk beraktivitas fisik dan bersosialisasi guna menghindari dampak negatif dari kebiasaan nonton maraton. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Nonton Maraton


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.