CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASDUNIA

Israel Gempur Tepi Barat, 40.000 Warga Palestina Dipaksa Mengungsi

pri
26 Februari 2025
Israel Gempur Tepi Barat, 40.000 Warga Palestina Dipaksa Mengungsi

Foto: Kesepakatan pertukaran sandera-tahanan antara Hamas dan Israel, di Gaza tengah, Sabtu (8/2/2025). (REUTERS/Hatem Khaled)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM — Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke wilayah Tepi Barat yang diduduki. Pada Minggu (23/2/2025), untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir, tank-tank Israel bergerak ke kawasan tersebut.

Keesokan harinya, Senin (24/2/2025), tank dan buldoser militer Israel mulai memasuki kamp pengungsi Jenin, yang selama ini menjadi basis milisi bersenjata Palestina.

Menurut laporan militer Israel, operasi ini melibatkan pasukan Brigade Infanteri Nahal dan Unit Komando Duvdevan di beberapa desa sekitar Jenin.

Media Israel KAN menyebut pengerahan ini sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperluas operasi militer di Tepi Barat.

Aksi militer ini menimbulkan ketakutan di kalangan warga Palestina.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pasukan mereka akan tetap berada di kawasan tersebut selama tahun mendatang.

Baca juga:   Jelang Rilis 2026, Toyota China Perkenalkan Sedan Listrik bZ7

Sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa keberadaan militer Israel akan berlangsung “selama diperlukan”.

40.000 Warga Palestina Dipaksa Keluar

Serangan Israel tidak hanya terbatas pada pergerakan militer, tetapi juga berdampak besar pada warga sipil.

Pasukan Israel dilaporkan telah memaksa 40.000 warga Palestina meninggalkan kamp-kamp pengungsi di Jenin dan Tulkarm, melarang mereka kembali ke rumah masing-masing.

Anadolu Agency melaporkan bahwa operasi ini menandai pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir tank Israel ditempatkan di Tepi Barat.

Katz mengatakan pasukan Israel akan terus menempati kamp-kamp pengungsi Palestina untuk memastikan warga yang terusir tidak kembali.

“Saya telah menginstruksikan pasukan untuk bersiap tinggal di kamp-kamp ini selama satu tahun dan tidak mengizinkan penduduk untuk kembali,” ujar Katz seperti dikutip Middle East Monitor.

Bahkan, aktivitas UNRWA di kamp-kamp tersebut telah dihentikan, memperburuk kondisi kemanusiaan bagi pengungsi Palestina.

Baca juga:   Kalahkan Sheffield, Poin Liverpool Kini Setara dengan Everton

Israel Tunda Pembebasan Tahanan Palestina

Di tengah ketegangan yang semakin memanas, Israel juga menunda pembebasan lebih dari 600 tahanan Palestina yang sebelumnya dijadwalkan untuk dibebaskan pada Sabtu lalu.

Keputusan ini diambil setelah Hamas menyerahkan enam sandera Israel dari Gaza.

Israel beralasan bahwa pembebasan para tahanan Palestina harus menunggu kepastian mengenai sandera Israel lainnya.

Kantor Perdana Menteri Netanyahu menyebut bahwa pembebasan akan dilakukan hanya jika Hamas menjamin pelepasan sandera tanpa “upacara yang memalukan”.

Sementara itu, Hamas menuntut pembebasan 620 warga Palestina serta tambahan tahanan lainnya sebagai syarat pertukaran.

Kondisi ini semakin memperumit perundingan internasional terkait gencatan senjata.

Meskipun ada upaya untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata tahap pertama selama 42 hari, Israel tetap bersikap skeptis terhadap keberlanjutannya.

Baca juga:   Ancaman Robot Humanoid: Galbot Buka Kios Tanpa Manusia, Bagaimana Nasib Karyawan Minimarket?

Krisis Kemanusiaan di Gaza

Di tengah gejolak konflik, Gaza kembali mengalami krisis kemanusiaan.

Tiga anak Palestina dilaporkan meninggal akibat cuaca dingin ekstrem di pengungsian terbuka.

Perang yang berkepanjangan telah membuat ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, sementara infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih semakin sulit diakses.

Kota Khan Younis kini dikelilingi oleh kehancuran, dengan ribuan warga Palestina hidup di bawah tenda darurat selama lebih dari satu setengah tahun.

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan menghadapi cuaca ekstrem dan minimnya fasilitas kemanusiaan.

Situasi di Timur Tengah terus berkembang dengan banyak pihak menekan Amerika Serikat untuk mengambil langkah tegas terhadap sekutunya, Israel.

Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda gencatan senjata yang permanen dalam konflik yang terus berkecamuk ini.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: IsraelTepi BaratTimur Tengah


Related Posts

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC. (Ist)
HEADLINE

Prajurit TNI UNIFIL Gugur di Lebanon, FPN Desak Presiden Prabowo Kutuk Israel Secara Tegas

30 Maret 2026
TNI Gugur di Misi UNIFIL
HEADLINE

TNI Gugur di Misi UNIFIL, Pemerintah Harus Dorong Investigasi dan Perkuat Mitigasi Keamanan

30 Maret 2026
FIFA Asian cup
HEADLINE

Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi kepada Federasi Sepak Bola Israel Atas Pelanggaran Diskriminasi

20 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.