CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Pemuda ICMI Jabar Gelar Ramadhan Leadership Camp

pri
24 Maret 2025
Pemuda ICMI Jabar Gelar Ramadhan Leadership Camp

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat harus memulai pergerakan organisasi berbasis AI/Artificial Intellegence. (Faal/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, www.pasjabar.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat harus memulai pergerakan organisasi berbasis AI/Artificial Intellegence (kecerdasan buatan), agar bisa menjadi percontohan daerah lainnya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Prof Arif Satria dalam pemaparannya pada helatan “Ramadhan Leadership Camp 2025.”

Acara itu diselenggarakan Pemuda ICMI Jawa Barat dan ICMI Orwil Jawa Barat di Sekretariat ICMI Jabar, Jl Cikutra, Kota Bandung, Ahad (23/3/2025).

Potensi SDM

Menurut Rektor IPB University tersebut, Jawa Barat memiliki potensi karena keberlimpahan sumber daya manusia.

Antara lain dari Rektor Telkom University, Bandung, yang sekaligus Guru Besar AI kum maksimal 1.050, Prof Suyanto.

“Saya proyeksikan ICMI Jabar menjadi Orwil percontohan karena berbasis AI.

Hal ini pun selaras dengan adopsi konsep Siddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh dari Rasululloh.

Baca juga:   FAGI Minta Sekolah Perlu Diberikan Kewenangan Verifikasi Data PPDB

Terutama terkait konsep role model karena kompetensinya,” katanya.

Ketum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Prof Arif Satria sendiri menjadi pembicara sesi terakhir jelang bukber bertemakan “Peran Cendekiawan dalam Membangun Peradaban” bersama Rektor baru Telkom University, Prof Suyanto.

Kemudian, Ketua MPP ICMI Dr Ismail Rumadan membawakan materi “Peran Pemuda dalam Regenerasi Kecendikiawanan Nasional.”

Pembicara lainya adalah Guru Besar ITB Prof T. Abdullah Sani (“Visi Indonesia Berlandaskan Iptek dan Imtak”), Pendiri Lembaga Pendidikan Darul Hikam sekaligus Anggota DPR dua periode, Dr Sodik Mujahid (“Islam Sebagai Landasan Peradaban”), dan Dr Aep Saefulloh (“Introduksi Kepemimpinan dalam Islam”).

Potensi AI tidak terbendung

Rektor Tel-U Prof Suyanto mengatakan, potensi AI sulit dibendung dan belum mencapai titik maksimalnya, yang diprediksi terjadi tahun 2030 kelak.

Baca juga:   Kapolsek Astanaanyar Terjerat Narkoba, Begini Respon Oded

Yakni ketika pemrograman AI kian optimal akan bertemu layanan seluler generasi ke-enam. “Maka itu, diperlukan desain dan regulasi talenta AI yang memadai sedari dini,” katanya.

Ketua Pemuda ICMI Jabar Jalu Priambodo mengatakan, pihaknya rutin mengadakan berbagai kegiatan yang selaras program pengurus pusat, seperti Ramadhan Leadership Camp.

“Provinsi lain pun mengadakan kegiatan serupa namun yang dihadiri Ketua Umum Prof Arif Satria hanya Jawa Barat,” ujarnya saat memberi sambutan.

Menurut dia, selain bagian dari pembentukan jiwa kepemimpinan, kegiatan sehari penuh ini diharapkan juga menjadi bagian peningkatan amal shaleh di hari-hari akhir Ramadan 1446 H ini.

Kiprah ICMI Jabar

Ketua ICMI Orwil Jabar Prof Sutarman mengapresiasi kiprah Pemuda ICMI Jabar yang dinilai stabil dan konsisten mengadakan kegiatan produktif seperti Ramadhan Leadership Camp tersebut.

Baca juga:   Sekda Jabar Ajak Perguruan Tinggi Ciptakan Sistem Terintegrasi Berbasis AI

“Karena di manapun manusia berhimpun, maka perlu ada pemimpinnya.

Dan acara seperti Leadership Camp ini bisa diadakan jika pembicaranya pun pemimpin, seperti Prof Arif Satria yang bukan hanya Rektor IPB sebagai Top 5 Kampus di Indonesia,

tapi juga pernah menjadi Ketua Forum Rektor bersama kami,” katanya.

Menurut Ketua ICMI Jabar, pihaknya berkepentingan mencetak terus pemimpin untuk keberlanjutan pergerakan ummat Islam.

Karena itu, pihaknya akan konsisten menyediakan wahana yang bisa dimanfaatkan siapapun, selama berpijak tiga asas ICMI yakni keislaman, kebangsaan, dan kecendekia-an.

“Di ICMI itu ada kader PKB, PKS, PDIP, dan banyak lagi. Yang dulunya PMII, HMI, juga boleh beraktivitas. Termasuk juga yang tak pernah aktif di ormas tapi ingin terlibat seperti akademisi,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: AIArtificial IntellegenceICMIIkatan Cendekiawan Muslim Indonesia


Related Posts

GPT-5.5 Instant
HEADLINE

OpenAI Rilis GPT-5.5 Instant, Fokus pada Akurasi dan Konteks

6 Mei 2026
AI smart city
HEADLINE

Canggih, Polisi di Bandung Gunakan AI CCTV Smart City Pantau Arus Mudik

19 Maret 2026
prompt ramadhan
HEADLINE

Prompt Ramadhan di ChatGPT Indonesia Naik 85 Persen

27 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.