CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Penumpang Kelas Bisnis Singapore Airlines Dipenjara atas Pelecehan

Hanna Hanifah
25 Maret 2025
Penumpang Kelas Bisnis Singapore Airlines Dipenjara atas Pelecehan

Sydney, Australia - October 8, 2013: Singapore Airlines Airbus A380 (registration 9V-SKB) departing Sydney airport.

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Seorang penumpang kelas bisnis maskapai Singapore Airlines, Brilliant Angjaya (23), dijatuhi hukuman tiga minggu penjara setelah terbukti melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang pramugari.

Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di maskapai Singapore Airlines itu juga merekam reaksi korban terhadap perbuatannya menggunakan ponsel.

Kronologi

Insiden ini terjadi dalam penerbangan dari China ke Singapura pada 23 Januari. Dalam persidangan yang berlangsung pada 24 Maret, Hakim Distrik Paul Quan menegaskan bahwa tindakan Angjaya tidak dapat dijelaskan maupun dibenarkan.

“Perbuatannya benar-benar tidak masuk akal dan tidak dapat dimaafkan,” ujar Hakim Quan.

Menurut pengadilan, Angjaya sempat mengonsumsi makanan dalam penerbangan dan dua gelas sampanye sebelum tertidur.

Setelah terbangun, ia pergi ke toilet dan tiba-tiba mendapatkan ide. Untuk merekam video dirinya sendiri saat melakukan tindakan tidak senonoh, serta merekam reaksi orang lain terhadapnya.

Baca juga:   Duh! Naturalisasi Fabiano Beltrame Kembali Batal

Sekitar pukul 04.45 pagi, ia kembali ke kursinya, mengaktifkan mode perekaman pada ponselnya. Lalu membuka resleting celananya.

Saat pramugari menghampiri untuk memberikan makanan, ia terkejut melihat perbuatan pelaku dan segera mengalihkan pandangan.

Tanpa berkata-kata, ia meletakkan makanan di meja lipat dan meninggalkan tempat kejadian. Namun, ia menyadari bahwa ponsel Angjaya mengarah padanya. Dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada supervisornya.

Ketika dimintai keterangan, Angjaya awalnya membantah telah merekam kejadian itu. Namun, setelah diminta menyerahkan ponselnya, rekaman insiden tersebut pun ditemukan. Termasuk video yang memperlihatkan korban.

Hukuman Penjara

Jaksa Penuntut Umum Ng Jun Kai menuntut hukuman penjara empat hingga enam minggu. Dengan alasan bahwa tindakan pelaku diperburuk oleh kondisi mabuk, lokasi kejadian yang berada di pesawat. Serta fakta bahwa korban adalah pekerja transportasi publik.

Baca juga:   Kevin Diks Masih Diusahakan Bisa Main Lawan Jepang

“Jika dia benar-benar menyesal, dia tidak akan berbohong kepada supervisor korban ketika pertama kali ditanya. Dia seharusnya langsung mengakui kesalahannya,” ujar Ng, dilansir dari straitstimes.com.

Sementara itu, pengacara Angjaya, Navin Thevar, menyatakan bahwa kliennya dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Dan meminum sampanye untuk membantunya tidur selama penerbangan.

Ia juga menyebut bahwa setelah kejadian, Angjaya menyerahkan ponselnya secara sukarela dan meminta maaf kepada awak kabin.

Angjaya bahkan menulis surat permintaan maaf kepada korban yang dibacakan dalam persidangan.

Dalam surat tersebut, ia menyatakan bahwa ia sedang mengalami kesulitan emosional. Karena harus meninggalkan China setelah lima bulan belajar di sana. Dan tidak tahu kapan bisa bertemu kembali dengan teman-temannya.

Baca juga:   Kemlu RI Tetapkan Siaga II Untuk WNI di Myanmar

“Apa yang saya lakukan sangat bodoh, dan saya tahu alasan saya tidak bisa membenarkan tindakan saya,” tulis Angjaya.

Hakim Quan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi lebih serius karena terjadi di dalam kabin kelas bisnis. Di mana pramugari memiliki interaksi lebih dekat dengan penumpang.

“Pembelaan menyebut ini sebagai lelucon yang tidak pantas. Tetapi saya memiliki pandangan berbeda. Ini adalah tindakan yang cukup menyimpang. Bahkan hanya untuk sekadar membayangkan reaksi seseorang terhadap eksibisionisme seperti ini,” ujarnya.

Meski demikian, hakim mengakui bahwa Angjaya menunjukkan penyesalan yang tulus. Dan mengizinkannya menelepon ayahnya di Indonesia setelah sidang usai. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Singapore AirlinesWNI


Related Posts

Singapore Airlines
HEADLINE

Insiden Makanan Babi di Penerbangan Singapore Airlines Tuai Sorotan

8 Agustus 2025
Singapore Airlines
HEADLINE

Ricuh di Pesawat, Penerbangan Singapore Airlines ke Shanghai Tertunda

7 Februari 2025
Kasus Penembakan Lima WNI di Malaysia
PASNUSANTARA

Kasus Penembakan Lima WNI di Malaysia

30 Januari 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.