CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Wali Kota Bandung: TPST Penting, tapi Kelestarian Baksil Harus Dijaga

Putri
25 Maret 2025
tpst baksil

Pemkot Bandung menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Hutan Kota Baksil sekaligus cari solusi terbaik terkait keberadaan TPST di kawasan tersebut. (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) sekaligus mencari solusi terbaik terkait keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan tersebut.

Pada Senin (24/3/2025), Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung meninjau lokasi dan berdialog dengan seniman, serta budayawan. Yang merasa keberadaan TPST di Babakan Siliwangi mengganggu fungsi ruang berkesenian dan konservasi alam.

Farhan menekankan bahwa keberadaan TPST masih sangat diperlukan. Terutama dalam menghadapi lonjakan volume sampah menjelang Lebaran.

Namun, ia juga memahami kekhawatiran seniman dan budayawan. Yang menilai TPST dapat mengurangi nilai estetika dan fungsi ekologi Baksil.

“Sebagai pengelola kota, saya harus membaca dan menangkap kegelisahan masyarakat. Para seniman dan budayawan melihat Baksil sebagai rumah berkarya, berekspresi, dan berkontemplasi,” ujarnya.

“Maka, ketika ada TPST yang dianggap mengganggu, tentu ini menjadi perhatian kami. Kunjungan saya ke sini bertujuan agar kita memiliki pemahaman yang sama, berada dalam satu frekuensi,” imbuhnya.

Baca juga:   10 Pemain Absen, Robert Alberts: Persib vs Arema Tetap Big Match

Farhan menegaskan bahwa solusi jangka panjang akan dicari. Agar pengelolaan sampah tidak bertentangan dengan fungsi hutan kota.

“Dalam lingkungan sebagus ini, harus ada upaya pengolahan sampah yang lebih berbudaya. Kita harus memikirkan inovasi agar pengelolaan sampah tetap berjalan. Tanpa mengorbankan estetika dan keberlanjutan lingkungan,” lanjutnya.

Sebagai bentuk keterlibatan dalam dialog kreatif, Farhan bahkan diajak oleh seniman Tisna Sanjaya untuk membuat sketsa yang merepresentasikan isu ini.

Ia pun berjanji akan terus berkomunikasi dengan seniman dan masyarakat guna mencari solusi terbaik.

“Saya sengaja memberi tanggal pada sketsa ini sesuai dengan hari ini. Sebagai bentuk komitmen bahwa tahun ini kita akan berupaya memperbaiki bersama,” tambahnya.

Sementara itu, seniman Tisna Sanjaya menyuarakan keresahannya terhadap dampak keberadaan TPST. Yang dinilai mengganggu nilai budaya dan sejarah kawasan tersebut.

Baca juga:   Bupati Bandung Imbau 31 Kecamatan Waspada, Cuaca Ekstrem Kepung Kabupaten Bandung

“Baksil ini bagian dari budaya dan sejarah Sunda. Sampah harus ditempatkan di lokasi yang lebih sesuai, bukan di sini,” katanya.

Mengenai TPST Baksil

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudi Prayudi, mengungkapkan bahwa TPST Babakan Siliwangi saat ini mampu mengolah sekitar 5 ton sampah per hari. Dengan sebagian diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) untuk industri tekstil.

Namun, kapasitas ini masih jauh dari cukup untuk menangani produksi sampah kota yang mencapai 1.000 ton per hari.

“Kami menyadari bahwa kapasitas TPST di sini masih jauh dari cukup. Saat ini, baru sekitar 30 persen dari total sampah yang bisa kami olah di berbagai TPST yang ada di Bandung. Sisanya masih harus dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang tentu memiliki keterbatasan daya tampung,” jelasnya.

Baca juga:   Cerita Mahasiswa Unpas Di Jerman: Dari IISMA Awardee Sampai Keliling Eropa

Dudi juga menyoroti tantangan dalam pengelolaan sampah yang semakin besar menjelang Lebaran. Ketika volume sampah mengalami peningkatan signifikan.

“Setiap tahun, tren sampah selalu meningkat menjelang Lebaran. Ini tantangan bagi kami, karena selain keterbatasan TPST, kapasitas pengolahan di TPA juga terbatas. Oleh karena itu, kami harus mencari solusi alternatif agar sampah tidak menumpuk dan menciptakan dampak lingkungan yang lebih buruk,” katanya.

Saat ini, Kota Bandung memiliki lima TPST yang beroperasi, yakni di Babakan Siliwangi, Tegallega, Nyengseret, Cicukang, dan Gedebage.

“Kami tidak bisa langsung menutup TPST ini begitu saja, karena saat ini perannya masih sangat krusial. Tapi ke depan, kami akan mencari solusi yang lebih baik, baik dalam hal lokasi maupun teknologi pengolahan sampahnya,” pungkasnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: babakan siliwangitpst baksil


Related Posts

Pipa PDAM Bocor Akibatkan Tanah Longsor di Babakan Siliwangi
PASBANDUNG

Pipa PDAM Bocor Akibatkan Tanah Longsor di Babakan Siliwangi

14 September 2024
babakan siliwangi
HEADLINE

Setelah 14 Tahun, Babakan Siliwangi Kembali Ramai dengan Lomba Ketangkasan Domba Garut

2 September 2024
hutan babakan siliwangi
PASBANDUNG

Babakan Siliwangi, Kawasan Hutan Kota yang Menyimpan Banyak Cerita

4 Juni 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.