BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Band legendaris asal Amerika Serikat, Green Day, kembali mencuri perhatian publik dengan aksi panggung penuh energi dan pesan politik tajam dalam penampilan debut mereka di Coachella 2025, Sabtu malam, (12/4/2025).
Bertempat di panggung utama festival musik tahunan di Indio, California, Billie Joe Armstrong dan rekan-rekannya membawakan deretan lagu dari seluruh katalog mereka. Sambil menyisipkan pernyataan kontroversial terkait kondisi geopolitik global.
Salah satu momen paling disorot terjadi saat Green Day membawakan lagu “Jesus of Suburbia.”
Armstrong mengganti salah satu lirik menjadi “runnin’ away from pain like the kids from Palestine,” sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak yang menjadi korban konflik di Palestina.
Perubahan lirik ini disambut sorakan meriah dari ribuan penonton yang memadati area festival.
Sebelumnya, dalam lagu “American Idiot,” Armstrong juga kembali menyuarakan kritik terhadap politik domestik AS. Dengan mengubah lirik menjadi “I’m not a part of a MAGA agenda.”
Green Day memang dikenal tidak pernah ragu menyuarakan pandangan politik mereka. Dan penampilan di Coachella menjadi panggung ideal untuk menyampaikan pesan tersebut.
Sebelum naik panggung, para penonton diajak menyanyikan lagu legendaris “Bohemian Rhapsody” yang menciptakan atmosfer nostalgia.
Green Day tampil agresif tanpa jeda, memainkan lagu-lagu dari era Dookie hingga album terbaru mereka Saviors.
Band ini dijadwalkan tampil kembali pada Sabtu, 19 April 2025, di akhir pekan kedua Coachella.
Penampilan mereka kali ini membuktikan bahwa semangat punk rock dan keberanian. Untuk bersuara masih menjadi ciri khas Green Day hingga kini.
Penampilan mereka di Coachella 2025 bukan hanya menjadi debut mereka di festival musik ternama tersebut. Tetapi juga menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang akhir pekan. (han)





