www.pasjabar.com — Nasib sial terus menghantui Jorge Martin pada paruh pertama MotoGP 2025. Pembalap Aprilia Racing itu kembali terjatuh di MotoGP Qatar dan kali ini harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera serius di bagian dada. Bahkan, Martin didiagnosa mengalami pneumotoraks dan belum bisa pulang ke negaranya, Spanyol.
Kecelakaan di Tikungan 12 Sirkuit Lusail: Martin Terlempar dari Jalur Balapan
Seharusnya, MotoGP Qatar 2025 menjadi ajang comeback Jorge Martin usai absen pada tiga seri awal akibat cedera dari tes pramusim. Namun, kenyataan pahit kembali menimpanya. Ketika balapan utama menyisakan sembilan lap, Martin mengalami kecelakaan di tikungan 12 Sirkuit Lusail. Ban depan motor RS-GP miliknya tergelincir hingga melebar ke luar lintasan.
Naas, Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 yang berada tepat di belakangnya tak bisa menghindar dan turut terlibat dalam insiden tersebut. Dari pemeriksaan medis awal, Martin mengalami 11 patah tulang rusuk yang langsung memerlukan penanganan intensif.
Diagnosa Pneumotoraks dan Efusi Pleura, Martin Dirawat Intensif di Qatar
Belum cukup sampai di situ, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan Jorge Martin mengalami pneumotoraks, yakni kondisi saat udara terjebak di antara paru-paru dan dinding dada. Hal ini membuat pernapasannya terganggu dan ia harus menggunakan alat bantu berupa selang infus untuk mengeluarkan udara yang terjebak tersebut.
Tak hanya itu, Martin juga mengalami efusi pleura, yaitu penumpukan cairan di antara paru-paru dan tulang rusuk. Dua kondisi tersebut membuat pergerakannya terbatas dan memaksanya tetap berada di Rumah Sakit Internasional Hamad, Qatar.
Melalui unggahan Instagram Story, Martin menulis, “Saya sedang berjuang, terima kasih atas semua dukungan kalian,” sambil membagikan foto dirinya dengan alat medis di bagian dada.
Belum Bisa Terbang ke Spanyol, Martin Diperkirakan Absen Lebih Lama
Karena kondisi paru-parunya yang belum stabil, Jorge Martin belum diizinkan pulang ke Spanyol. Dokter MotoGP, Dr. Angel Charte, menyebut bahwa paru-paru Martin harus diregenerasi total. “Dia mengalami cedera paru serius dan paru-parunya harus diregenerasi dengan bantuan selang infus di dada. Banyaknya fraktur juga menjadi tantangan tersendiri,” ujar Charte dikutip dari Paddock-GP.
Martin diperkirakan masih akan dirawat di rumah sakit selama 8 hingga 10 hari ke depan sebelum kondisinya memungkinkan untuk naik pesawat dan pulang ke negaranya. Kondisi ini tentu menambah daftar panjang keterpurukan Martin di musim ini, sekaligus mengancam kiprahnya dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2025.







