
Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan (Pengertian Komunikasi dalam Islam dalam buku Wawasan Islam)
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Manusia sebagai makhluk yang sempurna ditandai dengan adanya kemampuan berkomunikasi antarsesama mereka. Berkomunikasi berkaitan dengan kemampuan berpikir dan mengungkapkan pikirannya melalui media komunikasi. Sebagai makhluk sosial yang senantiasa saling berinteraksi, manusia dituntut untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya.
Istilah komunitas berasal dari bahasa Latin “communicare” yang berarti berpartisipasi. Juga berasal dari “commoness” yang berarti sama = common. Secara sederhana, seseorang yang berkomunikasi berarti mengharapkan agar orang lain ikut serta berpartisipasi atau bertindak sesuai dengan tujuan, harapan, atau isi pesan yang disampaikannya.
Para ahli komunikasi mendefinisikan bahwa komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung pengertian tertentu kepada seseorang. Proses tersebut meliputi unsur-unsur berikut.
Pertama, komunikator, yakni orang yang menyampaikan atau menyiarkan pesan (message). Kedua, pesan (message), adalah ide. informasi atau opini. Ketiga, komunikan (communicant), adalah orang yang menerima pesan. Keempat, efek (effect), yaitu pengaruh kegiatan komunikasi yang dilakukan komunikator kepada komunikan.
Komunikasi terjadi apabila antara kedua pihak terjadi pengertian yang sama terhadap sesuatu. Komunikasi berarti pula mempengaruhi orang lain, yaitu proses ketika si pencrima komunikasi (komunikan) mengikuti apa yang disampaikan olch sumber komunikasi (komunikator). (han)







