www.pasjabar.com — Warga Desa Laksanamekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, digemparkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang masih hidup di pinggir jalan. Bayi malang tersebut ditemukan dalam kardus oleh seorang buruh perempuan, diduga kuat sengaja dibuang oleh orang tuanya.
Terdengar Tangisan Bayi di Pinggir Jalan
Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada Minggu (4/5/2025) di kawasan Jalan Tipar, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang.
Seorang buruh perempuan bernama Wulan Nuning menjadi orang pertama yang menemukan bayi tersebut.
Saat pulang kerja dan melintas di lokasi, ia mendengar suara tangisan di pinggir jalan. Awalnya Wulan mengira itu suara anak kucing, namun setelah didekati, ia justru mendapati seorang bayi laki-laki berada dalam kardus, lengkap dengan selimut dan susu kemasan.
“Saya kira itu kucing, ternyata suara bayi. Pas saya lihat ke dalam kardus, kaget ada bayi hidup,” ujar Wulan Nuning kepada wartawan.
Bayi Selamat, Kasus Masih Diselidiki Polisi
Wulan langsung melaporkan temuannya kepada aparat desa dan kepolisian setempat. Kepala Desa Laksanamekar, Kohar, mengatakan pihaknya bersama warga langsung melakukan pelacakan ke para bidan desa untuk mengetahui siapa ibu kandung bayi tersebut.
Dugaan sementara, bayi itu baru saja dilahirkan dan sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya saat malam hari.
Hingga saat ini, kasus penelantaran bayi tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Cimahi.
Aparat tengah mengumpulkan informasi dari warga sekitar serta mengecek fasilitas kesehatan yang kemungkinan menjadi tempat persalinan bayi tersebut.
Sementara Dirawat Warga, Dinas Sosial Siap Turun Tangan
Kondisi bayi laki-laki tersebut kini dalam keadaan sehat dan sementara waktu dirawat oleh warga sekitar sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari instansi terkait.
Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat dikabarkan akan turun tangan untuk menangani nasib sang bayi, termasuk kemungkinan pengasuhan oleh lembaga resmi jika orang tua kandung tidak ditemukan.
Peristiwa ini menjadi sorotan warga dan netizen karena menggambarkan realitas sosial yang memprihatinkan. Banyak yang berharap agar pelaku segera ditemukan dan diproses hukum, sementara bayi bisa mendapatkan hak hidup dan kasih sayang yang layak. (Uby)




