www.pasjabar.com — Penjaga gawang utama Timnas Indonesia, Maarten Paes, dipastikan absen pada laga penting melawan China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kiper berusia 26 tahun itu menerima kartu kuning kedua saat Indonesia mengalahkan Bahrain di bulan Maret lalu.
Akumulasi kartu membuat AFC menjatuhkan sanksi larangan bermain satu pertandingan kepada mantan pemain FC Utrecht tersebut.
Meski demikian, Maarten Paes menunjukkan sikap positif dan profesional. Dalam wawancaranya di kanal YouTube The Haye Way, kiper FC Dallas itu menyatakan tetap akan mendukung Timnas Indonesia dari pinggir lapangan.
“Saya akan memberikan dukungan maksimal, berbagi pengetahuan dan kepemimpinan kepada rekan-rekan setim,” ujar Paes.
Fokus Klub Dulu, Lalu Siap Tempur di Laga Penentuan
Absennya Paes dalam laga kontra China justru memberinya waktu lebih banyak untuk fokus ke jadwal padat bersama FC Dallas.
Di bulan Mei ini, ia dijadwalkan memainkan sekitar 10 pertandingan bersama klub MLS tersebut.
Ia berencana terbang ke Jakarta empat hari sebelum laga melawan China, agar bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu dan kondisi fisik.
“Saya pikir itu bisa jadi keuntungan juga. Saya punya waktu untuk menyesuaikan zona waktu dan fokus pada pertandingan berikutnya,” ungkapnya.
Absennya Paes membuka peluang bagi Emil Audero untuk melakukan debut bersama Timnas. Kiper keturunan Italia itu sudah masuk skuad sejak Maret, namun belum mendapatkan kesempatan tampil karena performa gemilang Paes.
Dukung Penuh Garuda Menuju Putaran Final
Indonesia saat ini berada di posisi keempat klasemen sementara Grup C dengan sembilan poin dari delapan laga.
Mereka unggul tiga poin dari China dan Bahrain, dua pesaing utama dalam perebutan tiket ke putaran keempat.
Laga melawan China akan menjadi krusial: kemenangan akan memastikan langkah Indonesia makin dekat ke putaran final Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Meski tidak tampil secara langsung di laga penting ini akibat akumulasi kartu kuning, Paes tetap memancarkan semangat luar biasa untuk Garuda.
Kehadirannya sebagai motivator dan mentor di luar lapangan diharapkan bisa mendorong rekan setim untuk tampil maksimal.
Dengan kerja sama tim yang solid, dukungan suporter, dan strategi matang dari pelatih Patrick Kluivert, peluang Indonesia untuk melaju tetap terbuka lebar.







