LEMBANG, WWW.PASJABAR.COM – Sebanyak 114 pelajar bermasalah dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat menjalani program pembinaan karakter di Markas Detasemen Pendidikan (Dodik) Bela Negara, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan ini dimulai pada Senin (5/5/2025) dan menjadi langkah awal dari program satu tahun yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan TNI.
Dengan membawa koper dan ransel berisi perlengkapan pribadi, para pelajar mengikuti pelatihan intensif selama dua minggu.
Program ini menjadi gelombang pertama dari rangkaian pembinaan yang akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pembinaan difokuskan pada penguatan karakter dan kedisiplinan, sebagai respons atas banyaknya laporan kenakalan remaja di wilayahnya.
“Mereka ini adalah pelajar yang terlibat dalam aksi bolos sekolah, tawuran, geng motor, bahkan kecanduan bermain game secara berlebihan. Maka kami tempatkan mereka di tempat terbaik untuk dibina,” ujar Dedi.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan oleh TNI, tetapi juga melibatkan para guru yang memberikan materi pelajaran umum serta olahraga.
“Kami tidak ingin hanya mengubah perilaku, tapi juga menjaga hak mereka sebagai pelajar. Jadi tetap ada kegiatan belajar mengajar di sela-sela pembinaan,” tambahnya.
Dedi juga meninjau langsung fasilitas asrama tempat para pelajar menginap. Ia memastikan seluruh peserta mendapat tempat tidur yang nyaman serta lingkungan yang mendukung pembentukan karakter positif.
“Kami ingin menjadikan mereka bukan hanya anak-anak yang patuh, tapi juga punya cita-cita dan semangat untuk bangkit. Ini bukan hukuman, ini bentuk kasih sayang negara kepada generasi mudanya,” tegas Dedi.
Program pembinaan ini diharapkan mampu mengembalikan semangat belajar, disiplin, dan tanggung jawab para pelajar. Sekaligus menjadi model pembinaan remaja bermasalah di daerah lain. (uby)




