CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Susu Cokelat: Baik untuk Otot, Tapi Bisa Picu Masalah Kesehatan

Hanna Hanifah
16 Mei 2025
Susu cokelat

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Susu cokelat bukan hanya disukai karena rasanya yang lezat, tetapi juga dinilai memiliki manfaat bagi kesehatan, terutama dalam mendukung pemulihan otot dan pengelolaan berat badan pada orang dewasa.

Menurut siaran Verywell Health pada Rabu (14/5/2025), dilansir dari Antara, sebuah studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 2019 menunjukkan bahwa susu cokelat efektif membantu pemulihan otot setelah berolahraga.

Kandungan karbohidrat, protein, elektrolit, dan nutrisi lainnya menjadikannya sebanding. Dengan minuman pemulihan olahraga lainnya.

Susu ini juga mengandung berbagai nutrisi penting. Seperti kalsium, vitamin D, kolin, magnesium, fosfor, kalium, selenium, vitamin A, vitamin B12, dan seng.

Baca juga:   Hobi Wushu, Membawa Nasywa Raih Banyak Prestasi

Kandungan protein yang tinggi dalam minuman ini disebut-sebut mampu menekan nafsu makan. Serta membantu mengontrol rasa lapar.

Penelitian juga menyebutkan bahwa konsumsi susu satu cangkir per hari dapat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis. Seperti penyakit jantung, kanker kolorektal, tekanan darah tinggi, obesitas, osteoporosis, dan diabetes.

Meski demikian, susu cokelat tidak lepas dari kekurangan. Jenis minuman ini umumnya mengandung gula tambahan yang cukup tinggi.

Baca juga:   CERDIK dan GERMAS Untuk Hidup Sehat Bebas Obesitas

Asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan kerusakan gigi.

Ahli gizi menyarankan batas konsumsi gula harian bagi orang dewasa antara 25 hingga 36 gram.

Selain itu, susu cokelat juga bisa menimbulkan reaksi negatif bagi sebagian orang. Terutama mereka yang alergi terhadap susu atau tidak toleran terhadap laktosa.

Gejala yang mungkin muncul meliputi perut kembung, diare, hingga sakit perut. Kandungan asam oksalat dalam kakao juga dapat menghambat penyerapan kalsium.

Baca juga:   Ribuan Muslim Minta Pemerintah Kirim Pasukan Indonesia ke Palestina

Bermanfaat

Kendati demikian, susu rasa ini tetap dianggap sebagai opsi minuman yang bermanfaat dalam konteks tertentu.

“Susu cokelat bisa menjadi bagian dari diet seimbang, terutama bagi atlet, anak-anak aktif secara fisik, atau lansia yang kekurangan asupan vitamin D,” ujar Jamie Johnson, ahli nutrisi bersertifikat.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, Johnson menyarankan untuk membuat susu cokelat sendiri di rumah menggunakan bubuk kakao tanpa pemanis. Guna menghindari konsumsi gula tambahan berlebihan dari produk kemasan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Manfaat dan Risiko Susu CokelatManfaat Susu CokelatRisiko Susu CokelatSusu Cokelat


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.