CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Temu Sejarah Explore #4 Menelusuri Warisan Kolonial di Poros Balai Kota Malang

Tiwi Kasavela
19 Mei 2025
Temu Sejarah Explore #4 Menelusuri Warisan Kolonial di Poros Balai Kota Malang

Temu Sejarah Explore #4 Menelusuri Warisan Kolonial di Poros Kota Malang. (Tiwi/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, WWW.PASJABAR.COM — Apa jadinya jika kota tempat kita tinggal ternyata dirancang sebagai panggung kekuasaan? Bukan tumbuh secara alami, Malang dibentuk dengan logika kolonial yang membelah ruang hidup: siapa yang boleh tinggal, siapa yang disingkirkan.

Itulah pertanyaan yang diangkat dalam Temu Sejarah Explore #4: Urbanisme Hindia Belanda di Poros Balai Kota Malang, hasil kolaborasi komunitas Temu Sejarah dan A Day In Malang. Dalam kegiatan yang digelar Minggu, (18/5/2025), para peserta diajak berjalan kaki menyusuri jejak-jejak kolonial di Kota Malang — dari Huize Jon hingga SMA Tugu — untuk mengungkap narasi di balik wajah kota yang tenang namun sarat lapisan kekuasaan.

Baca juga:   Aksara, Kekuasaan, dan Politik Sunda Dibedah dalam Diskusi Buku #101 Temu Sejarah

“Balai Kota, hingga Topdam bukan sekadar bangunan tua yang megah, tapi simbol bagaimana tata ruang dijadikan alat kontrol sosial,” ujar Tiwi Kasavela, pendiri Temu Sejarah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya menyebarluaskan literasi sejarah dengan cara yang lebih membumi.

“Kami ingin silaturahmi, bukan hanya diskusi daring. Jadi kami turun ke kota-kota, sebelumnya di Bandung, Solo, Ngawi, untuk bertemu, berjalan, dan berbagi,” tuturnya.

Tiwi berharap, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menjadi ruang kolaborasi antar-komunitas sejarah di Indonesia.

Baca juga:   Ketentuan Mudik Lewat Jalan Tol Cisumdawu

“Sejarah tak selalu harus dibaca dalam buku. Ia bisa dirasakan lewat langkah kaki, percakapan, dan tatapan pada bangunan-bangunan tua yang masih berdiri tegak,” ungkapnya.

Rute Lintas Area

Pemandu tour sekaligus pengurus A Day In Malang, Maghfirotul Laily, menjelaskan bahwa rute yang dilalui peserta melintasi area yang dikenal sebagai Bouwplan II — rancangan tata kota tahap kedua era kolonial di Malang.

“Pusat pemerintahan, sekolah elite, dan pemukiman orang Eropa dibangun di sini. Ini bukan kebetulan, tapi bagian dari sistem,” jelasnya.

Para peserta juga diajak menelusuri gedung DPRD, SMA Tugu (dulu HBS), dan area pendidikan Montessori, yang dulunya hanya diperuntukkan bagi warga Eropa.

Baca juga:   Kuipers dan Ryan Kurnia Absen Saat Hadapi Semen Padang

Antusiasme peserta cukup tinggi. Beberapa datang dari luar kota, seperti Hafid Rofi Pradana dari Tulungagung.

“Menarik dan sangat berkesan. Malang punya banyak cerita sejarah yang terkoneksi antara satu tempat dan lainnya. Bahkan hanya berjalan di sekitar kota pun bisa membuka wawasan baru,” ujarnya.

Acara ini menjadi upaya membangun kesadaran sejarah melalui pengalaman bersama. Karena kota bukan hanya tempat tinggal, melainkan dokumen hidup yang perlu dibaca dan dijaga. (tiwi)

# Temu Sejarah Explore #4

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: KomunitasSejarahTemu Sejarah


Related Posts

Tragedi Suradiningrat I: Kisah Bupati Ponorogo yang Menjadi “ATM” Politik Mataram
PASNUSANTARA

Tragedi Suradiningrat I: Kisah Bupati Ponorogo yang Menjadi “ATM” Politik Mataram

4 Mei 2026
Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan
PASBANDUNG

Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan

16 April 2026
Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa
PASNUSANTARA

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

13 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.