CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Fenomena Kemarau Basah Ancam Indonesia hingga Agustus 2025

Hanna Hanifah
23 Mei 2025
kemarau basah

Ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Kemarau basah belakangan ini tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia karena cuaca yang tak menentu—hujan tetap turun meskipun sudah memasuki musim kemarau.

Istilah ini pun kian sering terdengar di tengah masyarakat. Namun, sebenarnya apa itu kemarau basah?

Dalam buku Sosiologi Lingkungan Hidup karya Suharko, dijelaskan bahwa fenomena ini merupakan bentuk anomali cuaca yang terjadi akibat pemanasan global.

Hal serupa diungkap Budi Susilo dalam buku Mengenal Iklim dan Cuaca di Indonesia. Yang menyebut kemarau basah identik dengan tingginya curah hujan di tengah musim kemarau. Khususnya di wilayah selatan ekuator seperti Indonesia.

La Nina dan Cuaca Tak Menentu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena ini erat kaitannya dengan kondisi La Nina—yakni pendinginan suhu muka laut di kawasan Pasifik Tengah dan Timur, yang biasanya diikuti penguatan angin pasat.

Baca juga:   Saat Vatikan Berduka, Conclave Movie Hadir dengan Intrik Pemilihan Paus

Kondisi ini menyebabkan peningkatan suplai uap air yang memicu terbentuknya awan hujan. Sehingga curah hujan meningkat meski berada di musim kemarau.

Dalam publikasi Klima Edisi VI 2022, BMKG menegaskan bahwa La Nina memang mampu memicu anomali iklim secara global. Termasuk mendorong terjadinya kemarau basah di Indonesia.

BMKG menyebut, transisi La Nina menuju fase netral masih memberikan dampak terhadap cuaca di Tanah Air.

“Wilayah-wilayah ini diprediksi akan menerima akumulasi curah hujan musiman yang lebih tinggi dari biasanya,” tulis BMKG dalam Prediksi Musim Kemarau 2025 di Indonesia.

Curah Hujan di Musim Kemarau Melebihi 100 mm

Secara klimatologis, musim kemarau di Indonesia biasanya ditandai dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan.

Baca juga:   Kota Bandung Berada di Musim Kemarau Basah, Apa itu? Ini Penjelasannya

Namun, dalam kemarau basah, curah hujan bisa mencapai lebih dari 100 milimeter.

BMKG mencatat bahwa sebanyak 185 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 26 persen wilayah Indonesia, diprediksi akan mengalami musim kemarau. Dengan sifat lebih basah dari normalnya.

Wilayah terdampak mencakup sebagian kecil Aceh, sebagian besar Lampung, wilayah barat hingga tengah Pulau Jawa. Bali, NTB, NTT, sebagian kecil Sulawesi, serta sebagian Papua bagian tengah.

BMKG memprediksi kemarau basah akan terus terjadi hingga Agustus 2025. Pada Juni, sekitar 56,54 persen wilayah Indonesia akan mengalami kondisi lebih basah dari normal. Angka ini meningkat menjadi 75,3 persen pada Juli, dan 84,94 persen pada Agustus.

Baca juga:   Ekonomi Kreatif Tembus 21 Miliar Dollar AS pada 2021

Musim Kemarau 2025 Diprediksi Lebih Singkat

Menariknya, BMKG juga menyebut bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih singkat.

Berdasarkan hasil pemantauan iklim hingga pertengahan April 2025, sebagian besar wilayah Indonesia hanya akan mengalami kemarau. Antara 3 hingga 21 dasarian (satu dasarian = 10 hari), tergantung wilayahnya.

Wilayah-wilayah yang mengalami musim kemarau lebih pendek meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara, dan sebagian Papua.

Sementara itu, 26 persen wilayah lain diprediksi justru mengalami musim kemarau lebih panjang dari biasanya.

Usai puncak musim kemarau pada Agustus 2025, Indonesia diperkirakan memasuki musim pancaroba (peralihan). Pada September hingga November.

Musim hujan diprediksi akan mulai datang pada Desember 2025 hingga Februari 2026. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: cuaca tak menentuhujan kemaraukemarau basah


Related Posts

Musim Kemarau Basah.
PASBANDUNG

Kota Bandung Berada di Musim Kemarau Basah, Apa itu? Ini Penjelasannya

20 Juli 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.