www.pasjabar.com — Manchester United tampaknya harus bersiap kehilangan salah satu pilar utamanya. Bruno Fernandes, kapten sekaligus gelandang andalan Setan Merah, dikabarkan semakin dekat menuju pintu keluar Old Trafford.
Agen Fernandes, Miguel Pinho, saat ini berada di Arab Saudi untuk menjalin negosiasi transfer dengan Al Hilal.
Kabar ini memperkuat spekulasi yang telah mencuat sejak akhir musim 2024/2025, terutama setelah Manchester United gagal menjuarai Liga Europa dan gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Fernandes pun sempat memberi sinyal siap dijual apabila klub membutuhkannya demi kelangsungan proyek jangka panjang.
MU Butuh Dana, Al Hilal Siap Tawar 100 Juta Paun
Kegagalan tampil di Liga Champions membuat MU berpotensi kehilangan pendapatan hingga 140 juta paun.
Di tengah kebutuhan dana untuk membangun ulang tim sesuai visi pelatih baru Ruben Amorim, Manchester United diprediksi akan menjual sejumlah pemain, baik yang tak masuk skema seperti Jadon Sancho, Antony, Marcus Rashford, maupun pemain bernilai tinggi seperti Alejandro Garnacho dan Bruno Fernandes.
Kini, Al Hilal datang membawa tawaran yang sangat menggiurkan.
Klub runner-up Liga Pro Saudi 2024/2025 itu disebut siap menebus Fernandes dengan mahar fantastis senilai 100 juta paun.
Selain itu, Al Hilal juga menawarkan gaji sebesar 65 juta paun per tahun kepada sang gelandang berusia 30 tahun—yang akan menjadikannya pesepakbola dengan gaji tertinggi ketiga di dunia setelah Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Bruno Fernandes Bisa Pecahkan Rekor Gaji di Arab Saudi
Kehadiran Miguel Pinho, agen Fernandes, di hotel Four Seasons Riyadh makin memperkuat rumor kepindahan sang pemain.
Jika transfer ini terwujud, maka Fernandes akan menyusul jejak banyak pemain top Eropa yang hijrah ke Timur Tengah demi proyek ambisius Liga Pro Saudi.
Bagi MU, ini bisa menjadi solusi finansial ideal, mengingat usia Fernandes yang akan menginjak 31 tahun pada September nanti.
Bagi Fernandes sendiri, tawaran gaji super besar dan kesempatan menjadi bintang utama di Asia bisa menjadi akhir yang megah dari kariernya di Eropa.
Kini semuanya tergantung pada keputusan sang pemain. Apakah ia memilih bertahan di bawah proyek Amorim, atau membuka lembaran baru di Arab Saudi bersama Al Hilal?







